BOGOR.POJOKSATU.id - Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri mengingatkan pemerintah daerah, termasuk di wilayah Bogor, agar tidak menggelar perayaan malam pergantian tahun secara berlebihan.
Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat di berbagai daerah di Indonesia yang saat ini tengah menghadapi musibah bencana alam.
Kemendagri menekankan bahwa momentum pergantian tahun sebaiknya diisi dengan kegiatan yang lebih bernilai positif, seperti doa bersama, refleksi akhir tahun, serta aksi solidaritas sosial.
Pemerintah daerah diminta menahan diri dari penyelenggaraan perayaan yang bersifat hura-hura dan berpotensi menimbulkan kesan kurang empatik terhadap kondisi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Selain menyoroti bentuk perayaan, Kemendagri juga memberikan arahan khusus kepada para kepala daerah agar tetap siaga di wilayah masing-masing selama libur akhir tahun.
Hal ini penting untuk memastikan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk bencana alam dan gangguan keamanan.
Mantan Wali Kota Bogor tersebut juga menegaskan larangan bagi kepala daerah untuk bepergian ke luar negeri pada momen pergantian tahun.
Menurutnya, keberadaan kepala daerah di wilayahnya masing-masing sangat diperlukan agar pengambilan keputusan dan penanganan masalah dapat dilakukan secara cepat dan tepat jika terjadi situasi darurat.
Dengan adanya imbauan ini, Kemendagri berharap perayaan malam Tahun Baru dapat berlangsung lebih sederhana, penuh makna.
Serta tetap mengedepankan rasa empati, tanggung jawab, dan kesiapsiagaan pemerintah daerah terhadap masyarakatnya. ***



