BOGOR.POJOKSATU.id – Aksi sejumlah pemuda yang diduga melakukan sweeping terhadap waria di beberapa wilayah Kota Bogor menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, sekelompok pemuda terlihat mengejar seseorang yang diduga waria di kawasan gang permukiman hingga area pasar.

Situasi dalam video tampak menegangkan. Salah seorang pemuda bahkan terlihat berusaha menendang orang yang tengah dikejar.

Aksi tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian masyarakat menilai tindakan pengejaran itu berpotensi menimbulkan kekerasan dan mengganggu ketertiban umum.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap siapa pun.

Dedie meminta penanganan persoalan ketertiban diserahkan kepada aparat yang memiliki kewenangan.

Ia juga mendorong Satpol PP Kota Bogor untuk berkoordinasi dengan unsur TNI dan Polri dalam melakukan pemantauan serta penertiban di lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi aksi kekerasan maupun konflik antarwarga.

Menurut Dedie, setiap dugaan pelanggaran ketertiban umum harus ditangani sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

Masyarakat yang menemukan aktivitas mencurigakan atau dianggap mengganggu lingkungan disarankan melaporkannya kepada aparat, bukan melakukan pengejaran maupun kekerasan secara mandiri.

Aksi main hakim sendiri berisiko membahayakan korban, pelaku, dan masyarakat lain yang berada di sekitar lokasi.

Selain itu, penyebaran video tanpa konteks lengkap juga berpotensi memunculkan stigma dan memperkeruh situasi.

Pemerintah Kota Bogor diharapkan segera meningkatkan patroli di titik-titik yang dianggap rawan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Warga juga diminta tetap menjaga keamanan dan ketertiban dengan mengedepankan cara-cara yang tidak melanggar hukum.

Penertiban harus dilakukan secara humanis, profesional, dan tetap menghormati hak setiap warga.***