BOGOR.POJOKSATU.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor mulai menghadapi kendala serius. Salah satu titik distribusi utama, yakni SPPG Ciwaringin 02 di Bogor Tengah, resmi menghentikan sementara aktivitasnya sejak Rabu, 11 Februari 2026.
Penghentian operasional tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan bahan pangan atau gangguan teknis, melainkan karena persoalan anggaran yang belum dibayarkan.
Dana operasional yang seharusnya diterima pengelola hingga kini belum juga cair, sehingga proses memasak dan distribusi makanan terpaksa dihentikan sementara waktu.
Pihak pengelola menyebut keputusan tersebut diambil dengan berat hati.
“Operasional tidak mungkin berjalan tanpa kepastian anggaran. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi ada batas kemampuan,” ujar salah satu perwakilan pengelola.
Dampaknya cukup luas. Sedikitnya 17 instansi dan titik layanan terdampak penghentian ini.
Di antaranya SPS Insan Mandiri, SPS Yasra, SMKN 3 Bogor, serta sejumlah posyandu seperti Kenanga, Melati, Teratai, Anyelir, dan Flamboyan.
Para penerima manfaat yang selama ini mengandalkan program tersebut pun kini harus menunggu kejelasan lanjutan operasional.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah kendala serupa hanya terjadi di satu titik distribusi, atau berpotensi meluas ke wilayah lain di Kota Bogor?
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait jadwal pencairan anggaran maupun solusi jangka pendek untuk memastikan program MBG kembali berjalan normal.
Jika persoalan ini tidak segera ditangani, kekhawatiran muncul bahwa distribusi makanan bergizi bagi anak-anak dan kelompok rentan bisa semakin terganggu.***



