BOGOR.POJOKSATU.id - Mungkin banyak diantara kalian yang belum tahu jika kini, warga khususnya Kota Bogor tangah diserang dengan wabah Chikungunya.

Chikungunya sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, yang umumnya aktif di siang hari.

Sepanjang tahun 2025 ini sudah adan setidaknya 56 orang warga Kota Bogor yang terinfeksi wabah Chikungunya. Angka tersebut ternyata mengalami peningkatan dari kasus sebelumnya yang hanya terjadi 12 kasus.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan jika lonjakan kasus ini datanya berasal dari 6 puskesmas.

Sepanjang Januari 2025, tidak ditemukan kasus chikungunya di Kota Bogor. Memasuki Februari, tercatat 21 kasus, lalu menurun menjadi 7 kasus pada Maret.

Angka tersebut kembali melonjak pada April, sehingga secara total terdapat 20 warga yang terinfeksi virus chikungunya hingga bulan itu.

Memasuki Mei, kasus menurun menjadi 5 kasus, lalu 1 kasus pada Juni, dan kembali 0 kasus pada Juli. Sementara itu, periode 1–13 Agustus mencatat tambahan 2 kasus berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan dari Retno.

Retno menambahkan, jumlah kasus tahun ini meningkat dibanding 2024, yang pada periode yang sama hanya mencatat 12 kasus.

Dinkes Kota Bogor juga langsung membuat sosialisasi kepada masyarakat bagaimana saya melakukan pencegahan terhadap wabah Chikungunya ini.

Seperti misalnya Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), fogging fokus di area terdampak, serta penyemprotan insektisida berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi.

"Peran masyarakat pun diperlukan. Masyarakat harus aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus,” ungkap Retno.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat antara lain memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, menanam tanaman pengusir nyamuk, memasang kawat kasa, serta mengoleskan losion antinyamuk.

Faktor lingkungan juga memiliki peran yang sangat penting seperti Perubahan iklim, terutama saat musim pancaroba dengan kelembapan tinggi dan curah hujan yang tidak menentu seperti yang sekarang ini tengah terjadi.

Kebersihan lingkungan juga dapat memicu peningkatan populasi nyamuk. Jadi untuk masyarakat Kota Bogor, harus tetap waspada dan jangan lupa bersihkan lingkungan kalian ya. ***