POJOKBOGOR.id — Jika selama ini Anda sering melihat deretan angkot Cibinong atau Ciawi berseliweran sampai jantung Kota Bogor, sebentar lagi pemandangan itu mungkin tinggal kenangan.

Pemerintah Kota Bogor sedang merombak wajah transportasi.

Tak lagi mau pusat kota dipadati angkot lintas daerah, Pemkot kini menyiapkan Jambu Dua sebagai gerbang baru tempat angkot luar kota berhenti dan berputar arah.

“Misalnya angkot Cibinong–Alun-Alun, nanti cukup sampai Jambu Dua saja,” kata Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, santai namun tegas, Senin (21/7).

Langkah ini bukan sekadar soal lalu lintas. Dedie ingin membangun ritme baru mobilitas warga, di mana angkot dari luar kota berhenti di batas zona, lalu penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan transportasi dalam kota seperti Biskita atau angkot lokal.

Tidak akan ada terminal besar di perbatasan. Sebaliknya, Pemkot akan menyiapkan jalur khusus rekayasa lalu lintas dan titik putar angkot agar pergerakan tetap rapi tanpa menambah kemacetan.

Sementara itu, Dinas Perhubungan sudah menyiapkan detail teknisnya.

Mulai dari pemasangan rambu lalu lintas, penerangan jalan (PJU), hingga hidran penunjang kawasan Jambu Dua.

Targetnya, semua fasilitas pendukung rampung akhir Agustus 2025.

Kepala Dishub Kota Bogor Sujatmiko Baliarto menambahkan, pola ini bukan hanya untuk Cibinong.

Dari arah Ciawi pun akan sama, cukup berhenti di Ciawi, tidak lagi menembus kota.

“Setelah itu, transportasi dalam kota akan dilayani koridor Biskita dan angkot lokal,” jelasnya.

Bayangkan, pusat kota tanpa hiruk-pikuk angkot lintas daerah.

Lalu lintas lebih lega, udara lebih bersih, dan warga bisa bergerak lebih efisien dengan transportasi terintegrasi.

Meski begitu, perubahan ini akan berjalan bertahap.

Pemkot ingin memastikan semuanya siap sebelum kebijakan benar-benar berlaku, terutama menunggu koridor baru Biskita yang akan jadi andalan mobilitas warga.