POJOKBOGOR.id – Pemerintah Kota Bogor tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengoptimalkan pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pelajar.

Sebanyak tiga aset lahan milik Pemkot bakal diubah fungsinya menjadi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang akan dikelola dengan menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa salah satu mitra yang dilibatkan adalah Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Mereka memiliki sejumlah lahan potensial yang bisa segera dimanfaatkan.

“Salah satunya di Jalan Dewi Sartika, Blok F Pasar Kebon Kembang. Di sana ada satu lantai kosong yang secara visual bisa menampung dua hingga tiga dapur. Itu akan melayani sekolah-sekolah di wilayah Bogor Tengah,” ujar Dedie, Selasa (22/4).

Lokasi lain yang juga disiapkan berada di kawasan Pamoyanan. Lahan tersebut merupakan aset milik murni Pemerintah Kota Bogor dan dinilai sangat layak untuk mendirikan dapur MBG.

Bahkan, Badan Gizi Nasional (BGN) dijadwalkan akan segera melakukan survei ke lokasi.

Sementara itu, pasar di kawasan Tanah Baru menjadi titik ketiga yang masuk dalam daftar prioritas pembangunan.

Dedie memastikan, proyek ini akan segera berjalan dalam waktu dekat, menyusul dukungan penuh dari BGN yang telah memberi lampu hijau untuk pemanfaatan aset daerah.

“Tinggal kita rapatkan koordinasi dengan BPKAD dan Disdik Kota Bogor untuk memastikan titik layanan dan jangkauan setiap dapur,” tambahnya.

Dedie menegaskan, masih banyak siswa di Kota Bogor yang belum merasakan manfaat program makan bergizi gratis yang merupakan program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Total ada sekitar 120 ribu siswa dari jenjang TK hingga SMA, termasuk yang menimba ilmu di pondok pesantren, yang seharusnya bisa menikmati layanan tersebut.

Dari hitung-hitungan kasar, satu dapur mampu melayani sekitar 3.000 siswa. Artinya, dibutuhkan setidaknya 82 dapur untuk mencakup seluruh pelajar di Kota Bogor.

Namun, Dedie menyebut target realistis tahun ini adalah membangun 10 dapur terlebih dahulu sebagai tahap awal.

“Ini jadi PR kita bersama. Kami ingin memastikan semua siswa bisa menikmati makan bergizi setiap hari, bukan hanya sebagai program, tapi sebagai hak yang harus dipenuhi,” pungkas Dedie.

Dengan langkah ini, Pemkot Bogor berharap dapat menjawab tantangan gizi anak dan ketimpangan akses makanan sehat, sembari mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum digunakan secara maksimal.***