BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bogor berencana menata ulang kawasan Taman Heulang dengan menjadikannya sebagai pusat kuliner terpadu.
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kondisi kawasan yang selama ini dinilai kurang tertata akibat aktivitas pedagang kaki lima atau yang biasa disebut dengan PKL yang memang semakin hari kian menjamur.
Sebagai bagian dari penataan tersebut, Pemkot akan menghadirkan program bertajuk 'Festival Kuliner Kasintu' yang ditujukan untuk mengakomodasi para pedagang.
Sekitar 100 PKL akan difasilitasi untuk berjualan secara lebih terorganisir di area tersebut.
Namun, tidak semua pedagang bisa ikut serta. Pemerintah menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya pedagang wajib memiliki KTP Kota Bogor serta hanya diperbolehkan menjual produk kuliner.
Ketentuan ini diterapkan untuk memastikan program berjalan tertib sekaligus memberikan prioritas kepada warga lokal.
“Penataan ini bukan untuk menggusur, tapi merapikan. Kita ingin kawasan Taman Heulang jadi lebih nyaman, tertib, dan tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil,” demikian pernyataan yang disampaikan pihak terkait dalam rencana tersebut.
Selain penataan lapak, Pemkot juga akan menyiapkan fasilitas pendukung seperti kantong parkir guna mengurangi potensi kemacetan di sekitar lokasi.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan kawasan kuliner yang tidak hanya ramai, tetapi juga aman dan tertata.
Dengan konsep baru ini, Taman Heulang diharapkan bisa menjadi destinasi kuliner favorit warga sekaligus ruang publik yang lebih nyaman untuk dikunjungi. ***


.webp)
