POJOKBOGOR.id - Tak ingin ambil pusing dengan hasil survei Charta Politika yang belakangan rilis, Calon Wali Kota Bogor nomor urut 5, Rena Da Frina memilih sikap santai.
Rena Da Frina tanggapannya terkait hasil survei Charta Politika yang menempatkannya di posisi buncit dengan perolehan elektabilitas sebesar 3,8 persen.
Rena Da Frina tidak mau hasil survei tersebut mempengaruhi semangatnya dalam bertarung. Justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi.
Baca Juga: Inilah keunggulan Apple Earpods USB C Dibandingkan Produk Sejenisnya
“Artinya saya harus lebih banyak berusaha dan berjuang lagi. Setiap hasil survei pasti memiliki plus dan minusnya. Saya berharap hasil survei ini dapat memacu teman teman dan tim saya untuk bekerja lebih keras lagi guna meningkatkan elektabilitas saya,” ujar Rena.
Rena Da Frina menambahkan bahwa dirinya tetap optimis dan yakin masih memiliki peluang besar untuk meraih simpati masyarakat.
“Belum terlambat, saya masih optimis bisa memperbaiki perolehan ini. Hasil survei seperti ini sebenarnya adalah pengingat bagi teman-teman dan tim saya untuk bekerja lebih giat lagi, memperkenalkan saya lebih luas kepada masyarakat secara umum,” tambahnya.
Baca Juga: Dari Karyawan Minimarket ke Pengusaha Sukses, Toko Ini Melejit Berkat Kemitraan dengan AgenBRILink
Untuk meningkatkan popularitasnya, Rena menyebutkan bahwa kampanyenya akan lebih fokus pada pendekatan tatap muka langsung dan kampanye konvensional.
“Tatap muka dan keliling itu penting. Melalui cara ini, masyarakat bisa mengenal saya lebih dekat. Mereka juga bisa melihat bahwa dari lima pasang calon wali kota, ada perempuan yang siap memimpin, dan saya adalah salah satunya,” jelas Rena.
Meski berada di posisi buncit dalam survei, Rena Da Frina menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyerah dan tetap berkomitmen untuk terus berjuang hingga akhir masa kampanye.
Baca Juga: KPU Jawa Barat terus Sosialisasikan Pilkada Serentak, Khawatir Partisipasi Pemilih Menurun
Rena yakin dengan kerja keras dan strategi yang tepat, ia dapat meningkatkan elektabilitasnya dan memperoleh dukungan lebih besar dari masyarakat Kota Bogor.
Untuk diketahui, Lembaga Penelitian Kebijakan dan Opini Publik, Charta Politika Indonesia, merilis hasil survei Pilkada Kota Bogor 2024 pada Oktober, bulan ini.
Berdasarkan hasil survei Charta Politika, elektabilitas pasangan Calon Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor nomor urut 3, Dedie A Rachim – Jenal Mutaqin paling unggul dengan 39,8 persen.
Elektabilitas pasangan Dedie – Jenal dibayangi oleh pasangan nomor urut 2, Atang Trisnanto-Annida Allivia yang berada di posisi kedua dengan elektabilitas 21,8 persen.
Sementara pasangan nomor urut 1, Sendi Fardiansyah – Melli Darsa berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 14,0 persen.
Sedangkan elektabilitas pasangan nomor urut 5, Dokter Raendi Rayendra – Eka Maulana yakni 8,5 persen.
Terakhir, elektabilitas pasangan nomor urut 4, Rena Da Frina – Teddy Risandi berada di posisi paling rendah dengan 3,8 persen.



