POJOKSATU.id, BOGOR - Hasil survei calon wali Kota Bogor 2024 yang dirilis oleh Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) pada Kamis, 4 Mei 2024 cukup mengejutkan hingga dipertanyakan sejumlah kalangan.
Dalam survei LS Vinus, elektabilitas incumbent Dedie A. Rahim tertinggi, yakni 18,63 persen. Disusul Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy dengan perolehan 14,13 persen. Selisih elektabilitas Dedie Rahim dan Rusli cuma 4 persen.
Sementara elektabilitas Atang Trisnanto yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Bogor hanya 4,13 persen. Sebaliknya, pendatang baru Sendi Ferdiansyah memiliki elektabilitas 12,25 persen.
Baca Juga: DPC Gerindra Kabupaten Bogor Godok Nama Calon Ketua DPRD, Rudy Susmanto jadi Favorit
Hasil ini berbeda jauh dengan survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei pada 2023 lalu. Saat itu, elektabilitas Dedie Rahim di atas 30 persen. Kemudian urutan kedua selalu ditempati Atang Trisnanto.
Saat dimintai tanggapan terhadap hasil survei ini, Atang menyebut bahwa hasil survey dari lembaga apapun akan menjadi pelecut semangat bagi PKS.
Ia berpendapat bahwa hasil survei tetap harus dijadikan sebagai catatan dan masukan ilmiah, meski setiap calon dan parpol tentunya juga memiliki hasil survei dari berbagai lembaga yang ada meskipun tidak dirilis terbuka.
Baca Juga: RUPS Tahunan 2024: XL Axiata Ubah Susunan Direksi, Dewan Komisaris dan Bagi Dividen Rp635,5 Miliar
"Kami berterima kasih kepada Vinus yang sudah melakukan survei. Ini akan menjadi catatan penting buat kami untuk memperbaiki diri," jelas Atang, Jumat 3 Mei 2024.
Sebelumnya LS Vinus juga melakukan survei Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 pada akhir Oktober 2023. Namun hasilnya meleset untuk hasil pileg di Kota Bogor.
"Hasil rilis survei ini menjadi catatan penting bagi kami sebagai bahan evaluasi sekaligus juga bahan untuk memperbaiki pola sosialisasi," jelas Atang.
Baca Juga: Prestasi Gemilang Pemkot Bogor: Raih Dua Penghargaan dalam Lomba Penanggulangan TBC Tingkat Nasional
"Semuanya bisa berubah karena perkembangan selalu dinamis. Pada saat pileg lalu kami, PKS Kota Bogor, juga dapat nilai survei kecil dari lembaga yang sama. Alhamdulillah hasilnya berbeda dengan rilis surveinya," jelas Atang.
Hasil survei LS Vinus yang dirilis pada Oktober 2023, yakni:
1. Gerindra : 24 persen
2. PDIP : 19,25 persen
3. Golkar : 11,88 persen
4. PKS : 8,38 persen
5. Nasdem : 5 persen.
Sementara hasil Pileg Kota Bogor 2024 sesuai data KPU adalah sebagai berikut:
1. PKS : 20,83 persen
2. Golkar : 13,99 persen
3. Gerindra : 12,38 persen
4. PDIP : 10,91 persen
5. PAN : 7,95 persen
Sebelumnya, LS Vinus merilis hasil survei calon Walikota Bogor 2024 pada Kamis, 2 Mei 2024.
Hasilnya, elektabilitas Dedie A. Rachim tertinggi dibandingkan calon lain yang digadang-gadang maju pada Pilkada Kota Bogor 2024.
Elektabilitas Dedie Rachim 18,63 persen, disusul Ketua DPD Golkar Kota Bogor Rusli Prihatevy dengan raihan 14,13 persen.
Posisi ketiga ditempati Sendi Ferdiansyah dengan elektabilitas 12,55 persen.
Sementara, elektabilitas Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto hanya meraih 4,13.
Founder sekaligus Direktur Eksekutif LS Vinus Yusfitriadi menuturkan, survei ini dilakukan untuk memotret dan mengetahui elektabilitas bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bogor di Pilkada 2024 paska Pemilu 2024.
Selain itu, survei dilakukan karena LS Vinus belum melihat ajegnya koalisi di Pilkada 2024, baik provinsi maupun kabupaten/kota.
“Sementara, sudah bermunculan beberapa nama dan aktor politik yang berminat dalam kontestasi di Pilkada 2024, baik pemilihan gubernur, bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota,” kata Yusfitriadi saat menyampaikan hasil survei di kantor LS Vinus pada Kamis, 2 Mei 2024.
Berikut daftar lengkap elektabilitas calon Wali Kota Bogor 2024 berdasarkan survei LS Vinus:
1. Dedie A. Rachim : 18,63 persen
2. Rusli Prihatevy : 14,13 persen
3. Sendi Ferdiansyah : 12,55 persen
4. Raendi Rayendra : 5,88
5. Atang Trisnanto : 4,13 persen
6. Yane Ardian : 3,75 persen
7. Zaenul Muttaqin : 2,2 persen
8. Syahrul Gunawan : 2,00 persen
9. Aji Jaya Bintara : 1,25 persen
10. Iwan Suryawan : 0,63 persen
Yusfitriadi mengatakan bahwa survei bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bogor ini dilakukan melalui empat proses.
Pertama metodologi survei sample random sampling dengan memggunakan teori slovin dalam pengambilan samplenya.
Proses kedua, yaitu populasi dan sample dimana survei menyasar penduduk Kota Bogor berdasarkan KTP, mulai usia 17 tahun.
“Sasaran survei 800 responden yang dibagi secara proporsional berdasarkan DPT per desa,” terang Yusfitriadi.
Ketiga, waktu survei dilakukan rentang waktu 20-27 April 2024. Terakhir, instrumen survei berupa pertanyaan terbuka dan semi terbuka.
“Survei ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat Kota Bogor siapa yang layak jadi kepala daerah,” tandas Yusfitriadi. ***



