BOGOR.POJOKSATU.id - Musim kemarau mulai berdampak pada kondisi sejumlah aliran sungai di Kota Bogor. Debit air Sungai Ciliwung yang melintasi kawasan Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, terlihat menyusut cukup drastis.
Air yang biasanya mengalir menutupi sebagian besar dasar sungai kini hanya tersisa di beberapa bagian. Hamparan batu, pasir, dan permukaan sungai yang mengering pun terlihat semakin luas.
Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah anak di sekitar Pulo Geulis sebagai tempat bermain. Mereka terlihat berjalan di antara bebatuan, berlari di dasar sungai, hingga bermain di sekitar aliran air yang masih tersisa.
“Kalau airnya sedang kecil, anak-anak biasanya turun untuk bermain di atas batu. Saat musim hujan, area ini tertutup aliran sungai,” ujar seorang warga sekitar.
Pemandangan tersebut menjadi hiburan musiman bagi anak-anak setempat. Namun, surutnya Sungai Ciliwung juga menunjukkan semakin berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.
Penurunan debit sungai dapat dipengaruhi oleh minimnya curah hujan di wilayah hulu maupun kawasan Bogor. Apabila kondisi kemarau berlangsung lebih lama, aliran air berpotensi terus menyusut dan berdampak terhadap lingkungan serta aktivitas warga yang masih memanfaatkan sungai.
Meski terlihat dangkal, orang tua tetap diminta mengawasi anak-anak yang bermain di kawasan tersebut.
Dasar sungai memiliki permukaan tidak rata, bebatuan licin, pecahan benda tajam, serta kemungkinan perubahan arus secara tiba-tiba.
“Anak-anak tetap harus diawasi karena batu di sungai cukup licin. Jangan sampai bermain terlalu jauh dari rumah,” kata warga lainnya.
Masyarakat juga diimbau tidak membuang sampah ke dasar sungai yang sedang mengering. Sampah yang menumpuk berpotensi terbawa saat debit air kembali meningkat dan dapat menyebabkan pencemaran maupun penyumbatan aliran.
Fenomena surutnya Sungai Ciliwung di Pulo Geulis menjadi gambaran nyata dampak musim kemarau di Kota Bogor.
Di balik area bermain baru bagi anak-anak, terdapat tanda bahwa ketersediaan air mulai berkurang dan perlu mendapat perhatian bersama.***



