POJOKBOGOR.id – Jalan Saleh Danasasmita atau yang dikenal sebagai Jalan Batutulis di Kota Bogor masih terbengkalai setelah ambles beberapa waktu lalu.
Meski Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat turun tangan dan menjanjikan bantuan, hingga kini belum ada kepastian soal anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah Kota Bogor pun mulai resah. Dalam pertemuan dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jawa Barat, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mendesak kejelasan soal bantuan yang sudah dijanjikan gubernur.
“Kami sedang bahas APBD Perubahan 2025. Kalau memang tidak ada bantuan dari provinsi, kami harus cari cara sendiri, padahal anggaran kami terbatas,” kata Jenal pada Jumat (10/5).
Namun, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas BMPR, Iwan Suwanagiri, menyebut alokasi dana dari provinsi belum bisa dipastikan karena masih menunggu keputusan dari TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Jabar.
“Komitmen dari Pak Gubernur tetap kami pegang. Tapi mekanismenya belum jelas, apalagi soal pembebasan lahan yang bukan milik provinsi,” ujar Iwan.
Meski dana belum jelas, BMPR sudah menyusun rencana pembangunan jalan alternatif untuk menggantikan ruas yang ambles.
Proyek ini diperkirakan memakan waktu 4 hingga 5 bulan dan ditargetkan dimulai Agustus 2025. Lahan yang dibutuhkan pun relatif kecil, kurang dari 5 hektare.
“Kami harap sudah ada kepastian Juni atau Juli, supaya proses pengadaan lahan bisa dimulai,” tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi sempat meninjau langsung lokasi amblesan dan menyatakan siap membantu pembangunan jalan baru, bahkan berjanji membagi biaya pengadaan lahan dengan Pemkot Bogor.
“Nanti akses jalan dipindah. Pengadaan lahannya setengah ditanggung Pemprov, setengah lagi Pemkot,” ucap Dedi saat kunjungan.
Sayangnya, hingga kini janji itu masih belum terealisasi.
Warga pun berharap pemerintah tidak hanya saling lempar tanggung jawab, mengingat jalan Batutulis adalah jalur vital bagi aktivitas masyarakat Kota Bogor.***




