POJOKBOGOR.id - Ruas Jalan Raya Cilebut, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, yang pernah terkena longsor di Kota Bogor sejak 30 April 2024 lalu, hingga saat ini belum juga mendapat penanganan.

Padahal, bencana longsor di Kota Bogor ini sudah terjadi hampir empat bulan lamanya.

Warga setempat mengungkapkan, selama itu belum ada penanganan longsor di Kota Bogor dari UPTD Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Dinas SDA Jawa Barat maupun Pemkot Bogor.

Baca Juga: Belum Satu Bulan Kamera Tilang di Kota Bogor Berhasil Rekam 7.500 Pengendara yang Melanggar, Ini Jenis Pelanggarannya

Akibatnya, warga mesti bersabar setiap kali melintas di jalur tersebut.

Sebagian badan jalan yang tergerus longsor membuat arus lalu lintas tersendat.

Kendaraan dari arah Kota Bogor maupun sebaliknya mesti bergantian saat ingin melintas di area tersebut.

Imbasnya, jalur ini pun menjadi langganan macet setiap pagi dan sore hari.

Baca Juga: Percepat Transformasi Digital, XL Axiata Sediakan Layanan ICT di Kabupaten Lombok Utara

Kondisi ini pun mendorong warga setempat untuk secara swadaya mengatur jalan. Mereka turun secara bergantian untuk menjalankan sistem buka tutup agar arus lalu lintas bisa berjalan dengan lancar.

Salah seorang warga, Sarbini mengatakan aktivitas ini biasa dilakukannya setiap pagi dan sore hari.

Ketika masyarakat dan pelajar berangkat dan pulang.

"Kalau tidak kami atur bisa macet parah. Karena mesti bergantian lewatnya karena lebar jalannya sangat sempit dan tidak muat dua mobil," tuturnya.

Baca Juga: Semarak HUT RI ke 79, Dua Pejabat Teras Pemkot Bogor dan Direktur IPPH Jadi Peserta Lomba Balap Kelereng Serta Joget Balon Bersama Warga RT 05 BCC

Ada sekira 15 orang warga yang bertugas mengatur jalan secara bergantian. Peran mereka juga dirasa penting untuk menghindari adanya kecelakaan lalu lintas akibat longsor tersebut.

Tidak adanya penerangan yang menandai titik longsor tersebut membuat kendaraan yang melintas rawan untuk bablas dan terjun ke dasar tebingan.

Curamnya tebingan tersebut juga diakui Sarbini membuat warga was-was akan adanya longsor susulan.

"Kami berharap supaya segera ditangani longsor di Kota Bogor ini, supaya jalan ini kembali bisa dilewati dengan normal, aman, dan nyaman oleh masyarakat," harap Sarbini.