POJOKBOGOR.id – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengumpulkan seluruh perangkat daerah dan aparatur wilayah dalam apel rutin di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (14/7/2025) kemarin.
Dalam kesempatan itu, Dedie tak hanya memberikan apresiasi, tapi juga mengingatkan pentingnya kerja bersama menghadapi sejumlah tantangan kota, mulai dari pendidikan, transportasi, hingga pembaruan data sosial.
Dedie memberikan apresiasi khusus kepada Dinas Pendidikan Kota Bogor yang berhasil menyelesaikan rangkaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Namun ia menyoroti masalah klasik yang terus berulang yakni soal keterbatasan sekolah negeri.
“Jumlah peminat mencapai 17 ribu, sementara kursi yang tersedia hanya sekitar 7 ribu. Ini persoalan serius yang butuh penanganan bersama,” ujar Dedie.
Ia juga menegaskan pentingnya keabsahan dokumen kependudukan. Praktik menitipkan anak ke Kartu Keluarga (KK) orang lain demi memuluskan pendaftaran tidak boleh terjadi lagi.
“Semua harus berintegritas. Ke depan akan ada regulasi khusus agar praktik seperti ini bisa dihentikan. Saya minta dinas dan aparatur wilayah benar-benar memperhatikan hal ini,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka menengah dan panjang, Dedie berencana menyesuaikan sebaran sekolah berdasarkan rasio wilayah serta mengalokasikan bantuan pendidikan bagi 2.000 anak dari keluarga kurang mampu.
Tak hanya soal pendidikan, Dedie juga memuji kinerja Dishub, Satpol PP, Disperumkim, DLH, Dinas PUPR, dan Dinsos yang telah berkontribusi dalam penataan kota.
Ia menyoroti pentingnya percepatan program reduksi angkot, memastikan tak ada lagi kendaraan tak layak yang tetap diizinkan beroperasi.
Selain itu, Dedie menyebut sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan seperti Penataan Alun-Alun Kota Bogor, Revitalisasi kawasan, Surya Kencana, Renovasi GOR Pajajaran.
Semua proyek ini menjadi bagian dari persiapan Pemkot Bogor sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
“Kita harus memastikan wajah kota siap menyambut Porprov. Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga kebanggaan Kota Bogor,” katanya.
Menutup arahannya, Dedie juga menegaskan pentingnya pembaruan data kependudukan.
Aparatur wilayah diminta segera menyusun big data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan, terutama dalam penyaluran bantuan sosial.
“Dengan big data, bantuan bisa tepat sasaran. Jangan sampai dana yang seharusnya membantu warga malah dipakai untuk hal negatif. Kita lihat kemarin ada 15 juta penerima PKH di luar sana yang menggunakan bantuan untuk judi online. Profiling penerima harus valid, dan kalau ada yang tidak sesuai, segera diperbarui,” tegasnya.
Lewat arahannya, Dedie ingin memastikan Kota Bogor tidak hanya berbenah pada fisik, tetapi juga memperkuat integritas, sistem, dan kesiapan mental masyarakat.
“Semua ini kerja bersama. Kita ingin Bogor bukan hanya rapi dan maju, tapi juga adil dan berpihak pada warga yang benar-benar membutuhkan,” tutupnya.




