POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, menghapus Sistem Satu Arah (SSA) di seputaran Istana Bogor, mulai Selasa (9/5) pukul 21.00 WIB. Ini merupakan rekayasa lalu lintas atas pembongkaran Jembatan Otista.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menjelaskan, pihaknya telah menerima masukan dari warga dan melakukan evaluasi atas rekayasa lalu lintas yang selama ini dilakukan usai Jembatan Otista ditutup untuk kepentingan rehabilitasi.
"Kami mendengar betul masukan dari warga, kami mengevaluasi, oleh karena itu malam ini kami sampaikan kepada warga bahwa akan diberlakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan dua arah di beberapa titik SSA,", kata Bima dalam konferensi persnya.
"Jadi mulai pukul 21.00 WIB, skenario ini akan berjalan dan mulai malam ini sampai besok kami akan siapkan sarana dan prasarana nya terkait dengan water barier, dan ada juga penghilangan sparator atau (pun) jalan (kurang jelas), dan lampu lalu lintas di daerah Kapten Muslihat," sambung Bima.
Menurut Bima, dengan skenario baru ini, nanti Jalan Jalan Harupat akan menjadi dua arah, tetapi nanti melipir ke sebelah kiri.
Kemudian juga nanti yang menuju Empang bisa berputar dulu ke arah Otista berputar sebelum Jembatan Otista untuk kemudian nanti belok kiri ke Jalan Roda, bisa berputar ke arah Surya kencana untuk selanjutnya ke BTM.
Dari arah Balaikota Bogor juga nanti akan belok kiri, jadi tidak bisa crossing ke Jalan Harupat tetapi langsung ke Sudirman.
"Jadi pada intinya, skenario dua arah akan banyak menekankan perputaran menekuk ke kiri. Secara detail konsep baru ini akan kita sebarkan mulai malam ini juga, agar warga bisa memahami dan menyesuaikan," ucap Bima.
Bima juga menegaskan Ini adalah jawaban atas aspirasi dari warga untuk di berlakukan kembali dua arah, setelah melalui berbagai kajian. Namun tentu konsep ini pun akan terus di analisa di lapangan terkait pelaksanaannya dan akan terus di sempurnakan.
"Jadi intinya pertimbangan kami adalah untuk menyingkat waktu tempuh, untuk mengurangi dampak ekonomi dan untuk menggerakkan kembali roda ekonomi dan lain-lain," tegas Bima.
Bima juga juga menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas dua arah ini berlaku selama penutupan jalan otista karena adanya revitalisasi jembatan Otista Bogor.
(Adi Wirman)



