POJOKBOGOR.id - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyelenggarakan National Leadership Camp yang berlangsung di Ruang Fisika Kampus IPB University Baranangsiang, Kota Bogor, pada Minggu (1/10/2023).
Adapun, kegiatan yang diikuti 100 peserta itu berlangsung selama tiga sesi dimulai sejak 1 Oktober dengan mengambil tema Leadership Inspiratif, Transpormatif Menuju Indonesia Emas 2024.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia Warcito, dan Sekretaris MPW ICMI Orwilsus Bogor Auhadillah Azizy.
Ketua Panitia Warcito mengatakan, National Leadership Camp ini merupakan gagasan yang diawali dari MPP ICMI pada 2022 lalu, yang mengarahkan seluruh Korwil menyelenggarakan kegiatan yang sama dengan tujuan meningkatkan pengetahuan bagi peserta tentang khittah dalam bingkai ke Islaman dan ke Indonesiaan.
Di mana, menegaskan Iptek dan Imtaq sebagai arah perjuangan, strategi, taktik ICMI.
“Bagaimana mengatasi hal-hal terkait persoalan yang ada di nasional, dan Alhamdulillah pesertanya dari Orwilsus Bogor, di mana sebagai organisasi wilayah khusus dan satu-satunya mungkin Indonesia bahkan dunia,” kata Warcito.
Kemudian, dijelaskan Warcito bagaimana dapat menyusun model manajemen dan kepemimpinan Islam di tengah era disrupsi dan tantangan global pada jajaran kepengurusan pada semua level baik MPP, Orwil, Orsat, maupun Batom ICMI.
“Kegiatan ini hasil kerjasama P2SDM IPB University dan ICMI Orwilsus Bogor, yang diikuti sekitar 100 orang yang sudah konfirmasi,” ucap dia.
Baca Juga: Jadi Tokoh Inspiratif Dunia, Biografi Jokowi Tulisan Dirut PLN Terbit di Korea
Menurut dia, Leadership Inspiratif, Transpormatif Menuju Indonesia Emas 2024 ini sejalan dengan Ketua Umum ICMI Arif Satria yang konsen dengan perubahan mindset dan sebagainya.
Sehingga, melalui National Leadership Camp dapat mempersiapkan generasi muda ICMI untuk menyiapkan program-program pada 2045 sebagai generasi emas.
“Ini kita menyiapkan betul generasi kita karena ada yang mengistilahkan generasi stroberi,” imbuh dia.
Oleh karenanya, ada lima prinsip ICMI yang harus diperkuat yakni Iman dan Takwa, kedua adalah pikir, kerja, karya, dan terakhir adalah keluarga.
Baca Juga: Bupati Bogor Siapkan Rp1 Miliar untuk Bayar BPJS Ketenagakerjaan bagi RT dan RW
Lebih lanjut, dijelaskan Warcito keluarga paling penting dalam prinsip ICMI karena kesuksesan siapapun hadir dalam sebuah keluarga.
“Dan keluarga adalah miniatur bangsa, keluarga sangat penting, keluarga yang Sakinah Mawadah warahmah, sehingga Indonesia generasi emas nanti yang betul-betul sayang keluarga,” papar dia.
Adapun, manfaat yang didapat ketika mengikuti National Leadership Camp adalah bagaimana dapat belajar terkait dengan kepengurusan ICMI, bagaimana berpikir membangun dirinya dan institusi itu penting, dan ketiga karena ini menyusun penguatan program dan sebagainya nantinya mereka akan dibuat sebuah kelompok.
“Pada sesi berikutnya, kami juga bekerjasama dengan UIKA dan Unpak,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris MPW ICMI Orwilsus Bogor Auhadillah Azizy menjelaskan, kegiatan ini menjadi salah satu bagian dalam rangka menyampaikan pesan tentang kepemimpinan, juga memperkenalkan visi dan misi atau orientasi kerja ICMI.
“Makanya kemudian NLC lebih banyak peserta di dalam internal ICMI, mulai dari pengurus Orsat, Orda, lalu pengurus Orwilsus karena harapannya adalah untuk memberikan pembekalan tentang latar belakang pendirian ICMI, visa misi dan orientasi ICMI ke depan seperti apa,” tukas dia.***




