POJOKBOGOR.id - Seorang pemulung tewas tertabrak KRL (kereta commuter line)di rel Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Dody Rosjadi mengatakan, kejadian ini terjadi pada kemarin Minggu 31 Mei 2026 sekira pukul 22.30 WIB.

Warga sempat mengingatikan untuk tidak terlalu jalan ke tengah rel.

Saat itu pemulung ini sedang mencari rongsokan atau barang-barang bekas disekitaran rel.

“Awalnya dia berada di sisi rel. Sempat diingatkan warga yang juga pedagang agar tidak terlalu tengah. Katanya hati-hati jangan terlalu tengah takut ada kereta,” kata Kompol Doddy.

Pemulung ini tetap berjalan kearah rel jalur Jakarta -Bogor.

Warga lainnya langsung berteriak saat pemulung ini tertabrak kereta.

“Ada teriakan ketabrak kereta yang diketahui korban yaitu pemulung tersebut tertabrak kereta,” ujarnya.

KRL jurusan Stasiun Bogor langsung berhenti.

Saat dicek, pemulung ini sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad pemulung ini langsung dibawa ke RSUD Kota Bogor.

“Saat ini korban dibawa ke RSUD Kota Bogor,” tandasnya.

Diketahui, lokasi tewasnya pemulung ini berada persis di dekat Underpass Solis.

Lokasi ini juga merupakan lokasi langganan kejadian mulai dari orang tewas tertabrak kereta dan teranyar mobil pelat Malang tertabrak hingga ringsek.

Warga sekitar Aay mengatakan, lokasi ini harusnya ditutup permanen menggunakan pagar pembatas.

Warga nantinya tidak bisa melintasi rel ini.

"Harusnya ditutup permanen aja. Pagai pagar atau apa. Jadi, tidak ada warga yang melintas lagi. Karena sering banget kejadian kan kalau di sini," kata dia, Senin 1 Juni 2026.

Jika tidak ditutup, sambung Aay, rel ini sangat berbahaya dan ditakutkan banyak korban lainnya.

"Apalagi kalau malam kan. Memang banyak warga. Tapi, bahaya banget kalau terus dibiarin," ujarnya.

Ia berharap, PT KAI langsung bergerak cepat dengan menutup perlintasan rel ini.

"Warga juga harus sadar. Menyeberang di rel ini bahaya. Mau tidak mau ya memang harus segera ditutup," tegasnya.