BOGOR.POJOKSATU.id - Bogor Line kembali mencatatkan diri sebagai salah satu jalur KRL paling padat di wilayah Jabodetabek. Berdasarkan data KAI Commuter pada kuartal pertama 2026, jumlah pengguna di jalur tersebut mencapai 38,2 juta penumpang.
Angka itu menunjukkan bahwa jalur Bogor–Depok masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, terutama bagi pekerja dan pelajar yang beraktivitas menuju Jakarta maupun wilayah sekitarnya.
Kepadatan Bogor Line selama ini memang sudah menjadi pemandangan sehari-hari, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja. Banyak pengguna harus berdesakan di dalam rangkaian, bahkan berdiri sangat dekat dengan pintu kereta.
Meski jalur lain seperti Green Line juga kerap dikeluhkan karena penuh sesak setiap pagi, jumlah penumpangnya masih belum mampu melampaui dominasi Bogor Line.
Kondisi ini memunculkan candaan di kalangan pengguna KRL. Bagi penumpang Bogor Line, berdiri menempel di pintu seolah sudah menjadi bagian dari perjuangan harian.
“Tim Bogor Line: Nempel pintu? Itu bagian dari perjuangan,” demikian candaan yang kerap menggambarkan kondisi padatnya jalur tersebut.
Sementara itu, pengguna Green Line juga tidak mau kalah. Mereka menilai jalur yang mereka gunakan setiap hari tidak kalah sesak, terutama saat jam sibuk.
“Tim Green Line: Kalau soal sesak, kami tidak pernah kalah,” begitu gambaran keluhan sekaligus humor para pengguna.
Padatnya pengguna KRL di jalur Bogor Line menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi massal.
Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi tantangan bagi operator untuk terus meningkatkan layanan, kenyamanan, dan kapasitas perjalanan.
Dengan jumlah penumpang yang terus tinggi, Bogor Line diperkirakan masih akan menjadi salah satu jalur paling sibuk di Jabodetabek dalam waktu mendatang.***



