BOGOR.POJOKSATU.id - Keberadaan kanopi di Stasiun Bogor menjadi harapan banyak penumpang Kereta Rel Listrik (KRL), terutama di tengah intensitas hujan yang kerap terjadi belakangan ini.
Tanpa pelindung atap di area penyeberangan peron, penumpang kerap harus berjalan dalam kondisi kehujanan saat naik maupun turun dari rangkaian kereta.
Kondisi tersebut dinilai kurang nyaman, khususnya pada jam sibuk ketika arus penumpang meningkat. Area crossing antarperon yang belum tertutup kanopi menjadi titik paling terdampak saat hujan turun.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Stasiun Bogor, Mardiono, menyampaikan bahwa pihak stasiun sebenarnya telah mengajukan usulan pembangunan kanopi tambahan.
Namun, hingga saat ini rencana tersebut masih menunggu hasil kajian dari manajemen daerah operasi.
“Dari kami sudah mengusulkan, tetapi dari manajemen Daop masih dalam tahap kajian,” kata Mardiono.
Ia menjelaskan, ke depan pihaknya akan kembali mendorong pembangunan kanopi di beberapa titik, di antaranya jalur 4, jalur 5, serta area crossing yang kerap dilalui penumpang.
Usulan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa KRL, terutama saat cuaca buruk.
Mardiono juga mengungkapkan bahwa penambahan kanopi terakhir di Stasiun Bogor dilakukan di jalur 8. Proyek tersebut telah rampung pada awal 2025 lalu dan kini telah digunakan oleh penumpang.
Saat ini, pihak stasiun masih menunggu keputusan dan kajian lebih lanjut dari PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta terkait kelanjutan pembangunan kanopi di area lainnya.
Penumpang pun berharap realisasi proyek tersebut dapat segera dilakukan demi meningkatkan kenyamanan layanan transportasi publik di Stasiun Bogor. ***



