POJOKBOGOR.id — Kota Bogor tengah berduka. Salah satu putra terbaiknya, Iswara Natanegara, tutup usia pada Minggu (6/7/2025) pukul 18.15 WIB di Rumah Sakit Hermina Yasmin.
Sosok yang pernah memimpin Kota Hujan selama satu periode penuh (1999–2004) ini berpulang dalam usia penuh dedikasi dan pengabdian.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menjadi salah satu tokoh yang hadir langsung mewakili Pemerintah Kota dalam prosesi pemakaman almarhum di TPU Sirnaraga, Kota Bandung, Senin (7/7/2025).
Di sela-sela keheningan dan rasa kehilangan, Denny menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas wafatnya sosok yang pernah menjadi mentor sekaligus panutan bagi birokrasi Kota Bogor.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Bogor mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Bapak Iswara adalah sosok teladan dalam kepemimpinan,” ujar Denny.
Tak hanya sekadar mengenang, Denny pun mengurai jejak panjang pengabdian almarhum.
Iswara memulai kariernya di pemerintahan sebagai Sekda Kota Bogor pada 1995, sebelum kemudian dipercaya memimpin sebagai Wali Kota hingga 2004.
Dalam ingatan Denny, Iswara adalah pribadi yang sangat teliti, terutama dalam urusan manajemen pelayanan publik.
“Beliau menetapkan sistem pelayanan publik yang kala itu sangat inovatif. Banyak hal yang kini jadi standar, dulunya dimulai dari Pak Iswara—termasuk sistem catat-monitor yang masih diingat hingga sekarang,” ungkap Denny.
Tak jarang, lanjutnya, rapat dengan pimpinan OPD bisa berlangsung hingga larut malam. Semangat almarhum untuk memberikan pelayanan terbaik tak pernah surut, bahkan hingga detik terakhir masa jabatannya.
“Beliau memberi kami contoh bahwa pengabdian itu tidak ada jam kerjanya. Sekarang, tugas kami adalah melanjutkan cita-cita dan semangat beliau untuk Kota Bogor,” tambah Denny.
Sosok Iswara juga meninggalkan kesan mendalam bagi Bima Arya Sugiarto, mantan Wali Kota Bogor dua periode sekaligus Wakil Menteri Dalam Negeri saat ini.
Bima mengenang pertemuan pertamanya dengan Iswara saat baru saja dilantik sebagai wali kota.
“Saya datang ke rumah beliau untuk meminta nasihat. Pak Iswara banyak bercerita dan saya langsung tahu, beliau ini administrator sejati,” tutur Bima Arya.
Dari Iswara pula, Bima belajar pentingnya konsistensi dalam briefing staf, pencatatan kegiatan, dan disiplin dalam birokrasi.
Bagi Bima, Iswara bukan hanya pemimpin, tapi juga mentor yang tak segan berbagi ilmu dan membentuk generasi muda.
“Banyak ASN yang kini menduduki posisi strategis adalah didikan beliau. Sosoknya hangat, penuh perhatian, dan selalu menyiapkan orang-orang muda untuk jadi pemimpin masa depan,” kata Bima.
Kini, Iswara Natanegara memang telah tiada. Tapi semangat, dedikasi, dan ketelatenannya akan terus hidup dalam ingatan dan kerja nyata generasi penerus.
Kota Bogor kehilangan sosok, namun mewarisi semangat yang tak akan pernah padam.




