POJOKBOGOR.id - Seorang ibu yang profesi pedagang kaki lima di Kota Bogor mengisahkan bagaimana bantuan sosial alias di Kota Bogor sering tidak tepat sasaran.

Dia tahu betul bagaimana warga punya mobil dan rumah bagus banyak yang menerima bansos.

"Saya heran, banyak tetangga saya yang punya rumah dan mobil justru sering menerima bansos. Sementara tetangga di belakang rumah yang rumahnya jelek justru tidak pernah kebagian. Saya pun sama tidak pernah kebagian bansos sama sekali," cerita ibu dalam Dialog Terbuka Semarak Milad Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ke-26 yang berlangsung di Serbaguna DPRD Kota Bogor, Minggu (31/3/2024).

Hadir banyak calon walikota Bogor pada dialog terbuka ini. Salah satunya Dr. dr Raendi Rayendra yang langsung merespons cerita emak-emak ini dengan raut wajah prihatin dan geram.

Ibu ini juga berkeluh kesah yang selalu tergusur setiap kali menjadi pedagang kaki lima (PKL). Terlebih pasca-covid yang dianggap pemerintah kota ibu melanggar ketertiban tanpa solusi yang pasti.

"Padahal saya terpaksa menjadi PKL karena terdesak kebutuhan sehari-hari. Sementara setiap kali digusur selalu tidak pernah ada solusi," kata ibu ini.

Dokter Rayendra yang berkesempatan merespons kisah ibu ini turut prihatin dengan kondisi ibu ini. Dia menyesalkan jika pengusiran PKL terjadi tanpa kompromi.

Diakui Rayendra, selama turun ke masyarakat dia tahu persis banyak wilayah yang milik Pemkot Bogor.

"Tapi sayangnya, lahan yang peruntukan PKL itu sudah selalu dikuasai orang-orang tertentu," kata calon walikota yang akrab dipanggil Pak Dokter ini.

Soal bansos, kata Rayendra, seharusnya pemerintah daerah memiliki data yang selalu terbarukan atau up to date.

"Jangan selalu memakain data asal-asalan," kata Pak Dokter.

Padahal, lanjut Pak Dokter, IPB University memiliki sejumlah aplikasi real time kependudukan yang bisa dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi warganya, terutama kondisi ekonominya.

"Mengurus bansos agar tepat sasaran itu sangat mudah. Selama ada kemauan dan kepekaan, insya Allah akan selalu tepat sasaran. Tentu saja dengan pengawasan yang ketat dari pemimpin," kata Pak Dokter.

Sementara itu, Ketua KAMMI Bogor, Jodi Setiawan mengatakan, kegiatan dialog terbuka bersama para Bakal Calon Wali Kota Bogor yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia ini, mengangkat tema ‘Kolaborasi Gerakan Merawat Indonesia’.

“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan milad KAMMI ke-26, dan ini salah satu agenda dari pusat,” kata Jodi Setiawan.

Menurut dia, sengaja mengundang para Bakal Calon Wali Kota Bogor ini karena pihaknya ingin mempunyai pandangan baru, sudut pandang, dan harapan baru terhadap para calon pemimpin Kota Bogor ke depannya.***