POJOKSATU.id, Bogor - Pihak kontraktor berjanji akan memperbaiki rumah warga yang terdampak pembangunan Underpass Batu Tulis Bogor pada pertengahan Agustus 2023 ini.

Rencananya, perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan itu akan dilakukan setelah selesai pemasangan paku bumi atau tiang pancang.

"Kami sudah berkoordinasi dan sudah komitmen yang diwakilkan oleh RW dan Paguyuban, untuk perbaikannya di pertengahan Agustus ini menunggu pekerjaan pancangnya selesai," kata Site Manager dari PT Yasapola Remaja, Dani Radite.

Baca Juga: Dianggap Meninggal Dunia 5 Tahun Lalu, Warga Sukabumi Ditemukan jadi Gelandangan di Bogor

Dani Radite mengatakan sebenarnya terkait dengan kerusakan rumah warga dampak dari pembangunan Underpass Batutulis itu sudah pihaknya tindaklanjuti.

"Sudah kami tindaklanjuti, kami sudah berkoordinasi dengan Pak RW setempat dan kami sudah mengunjungi rumah warga yang terdampak," katanya, Jumat (4/8/2023).

Dani menambahkan Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, jumlah rumah terdampak proyek pembangunan Underpass Batutulis ada 21 unit. Di mana 20 rumah di antaranya mengalami rusak ringan dan satu unit mengalami rusak sedang.

"Kategori rusak ringan itu seperti retak dinding dan kerusakan atap, kalau rusak sedang itu elevasi sambungan lantai patah dan kebocoran dak pada beton rumah," tutupnya.

Baca Juga: Desa Wisata Batulayang Bogor Masuk Nominasi Ajang Penghargaan Internasional Sebagai Best Tourism Village

Sebelumnya, sebanyak 21 rumah milik warga di Gang Dalam, RW 08, Kelurahan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor rusak imbas proyek pembangunan penataan kawasan Stasiun Batutulis.

Kerusakan rumah warga berupa retakan pada tembok bangunan, hingga lantai ambles itu terjadi akibat getaran alat berat dari proyek Underpass Batutulis.

Pantauan di beberapa rumah warga, retakan terlihat banyak di bagian lantai, dinding dan plafon rumah runtuh.

Bahkan, ada satu rumah yang lantai dapurnya ambles akibat kerasnya getaran saat pemasangan tiang pancang untuk pembangunan dinding turap sebagai bagian dari proyek tersebut.

Baca Juga: Warga Bogor yang Kerja di Jakarta Diimbau Berangkat Pakai LRT Jabodetabek, Catat Lokasi Parkirnya

Salah satu warga terdampak, Ahyar mengaku, rumahnya rusak sejak proyek double track. Kini, rumahnya kembali terdampak oleh pembangunan kawasan Batutulis.

Atas hal itu, Ahyar pun mengaku sudah menyampaikan terkait kerusakan bangunan rumahnya kepada pihak kontraktor melalui aparatur di wilayah.

"Sudah kami sampaikan ke pengurus disini, untuk diteruskan ke PT KAI atau kontraktor pelaksana proyek. Karena getarannya bikin dinding retak dan takut roboh nimpa orang," kata dia baru-baru ini.

"Waktu proyek pertama (double track) ga ada kompensasi. Jangan sampai sekarang juga ga dapet," ujar Ahyar.

Baca Juga: Berikut Rekomendasi Nasi Uduk di Bogor yang Terkenal Enak, Lauknya Banyak Pilihan

Sementara itu, warga terdampak lainnya Tono sempat menunjukan dua video yang direkam oleh anaknya saat terjadi getaran belum lama ini. Dalam tayangan satu video menunjukan gelas dan piring yang berada di lemari bergetar sangat keras.

Sementara, video lainnya menunjukan air dalam bak mandi bergoyang seperti diguncang gempa bumi.

"Getaran sudah berlangsung sebulan lebih. Sehari bisa 3-4 kali terasa getaran. Waktu awal-awal getarannya sangat kuat, sampai serpihan dari atap jatuh, ada dinding yang retak, genteng bergeser," kata Tono.

Saking cemas rumahnya khawatir roboh, Tono berinisiatif mendirikan bangunan darurat. Namun karena tidak punya biaya, bangunan yang berada di samping rumahnya itu sampai saat ini masih berupa rangka.

"Rumah saya kan bukan bangunannya yang kokoh, apalagi rumah saya tingkat dua. Jadi punya rencana mindahin barang-barang kesana, tapi belum jadi," ujar dia.

Ditempat sama, Ketua RW 08, Franki Pulung mencatat ada sekitar 21 rumah di wilayahnya yang mengalami keretakan tembok dan lantai dengan skala kerusakan yang berbeda.

"Ada penambahan lagi dua rumah, jadi total 21 rumah di tiga RT yang terdampak proyek itu," kata Franki.

Franki menyatakan pihak PT Yasapola Remaja selaku kontraktor proyek pembangunan kawasan Stasiun Batutulis dan Underpass menyatakan bersedia memperbaiki bangunan rumah warga yang rusak.

"Janjinya nanti diperbaiki kalau pengerjaan pemasangan tiang pancang selesai. Katanya kalau sekarang diperbaiki, takutnya nanti rusak lagi kena getaran, kan proyeknya belum beres," tandas dia.