POJOKBOGOR.id - Ngariung Sehat bersama Dokter Rayendra menjadi magnet baru warga Kota Bogor. Acara urun rembug ini semakin banyak peminat setiap harinya.

Undangan warga untuk Dokter Rayendra menumpuk. Kini, calon walikota Bogor 2024 itu harus menghadiri 3 atau 4 lokasi per harinya.

Kondisi ini terjadi pada Minggu (23/6/2024). Pagi hingga siang, dokter lulusan Universitas Padjajaran itu menghadiri dua lokasi di Kelurahan Sukadamai, Tanahsareal, Kota Bogor. Sore harinya, Dokter Rayendra menghadiri acara di Kebun Kelapa, Bogor Barat, Kota Bogor.

Total lebih dari 1.500 warga menghadiri Ngariung Sehat. Acara ini tidak hanya menjadi ajang konsultasi kesehatan warga, tetapi juga pertemuan penuh gagasan, ide, dan tukar menukar masalah serta solusi seputar sosial, pendidikan, dan ekonomi.

Baca Juga: Jabatan Ketua DPD KNPI Kota Bogor Tidak Diperpanjang, MPI Bisa Ambil Alih Kepemimpinan Sementara

Rayendra, yang gelar doktornya dari IPB University, terus semangat hadir dalam acara yang semuanya diinisiasi oleh warga.

Di setiap lokasi Ngariung Sehat, warga betah berlama-lama berkumpul bersama Dokter Rayendra. Mereka baru bubar setelah pria yang sedang menyelesaikan S2 Magister Hukum di Universitas Pakuan ini meninggalkan lokasi acara.

Warga tidak hanya penasaran dengan jawaban soal masalah kesehatan, tetapi juga ingin mengetahui visi dan misi sang dokter dalam maju kontestasi pemilihan walikota Bogor.

"Bapak dan ibu, saya maju menjadi calon walikota untuk pengabdian dan memberikan manfaat apa yang saya miliki seluas-luasnya untuk warga," kata Dokter Rayendra dalam setiap kesempatan.

Dokter Rayendra juga selalu meminta restu agar warga dapat melangkah bersamanya dalam pembangunan Kota Bogor.

Baca Juga: Polisi Gerebek Lokasi Judi Sabung Ayam di Cibinong

"Saya meminjam hati Bapak dan Ibu. Saya sangat ingin sekali pembangunan di Kota Bogor selalu dari pinggiran agar pembangunan merata," kata Dokter Rayendra.

Ngariung Sehat ini juga selalu penuh tawa, terutama saat ibu-ibu adu pantun gombal dengan Dokter Rayendra.

Biasanya, sebelum penutupan acara, warga berebut pantun gombal untuk Dokter Rayendra.***