POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kota Bogor (Pemkot Bogor) memulai program Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue atau Gertak PSN DBD di seluruh sekolah di Kota Bogor, Senin (1/4/2024).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan program tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD kepada para pelajar yang rawan terjadi di sekolah.
“Sejak Januari-Maret total ada 1453 kasus DBD dengan 9 kasus berujung kematian. Dan hingga saat ini belum ada penurunan secara signifikan. Golongan paling banyak yang menderita yakni anak yang berudia 4-14 tahun dengan total 606 kasus. Sementara yang meninggal paling banyak berusia 5-15 tahun,” bebernya.
Retno mengatakan, sekolah menjadi salah satu tempat penyebaran penyakit DBD. Oleh karena itu, dirinya berharap program Gertak PSN bisa menurunkan kejadian kasus DBD.
Baca Juga: Cafe Milik Sespri Iriana Jokowi yang Bakal Calon Wali Kota Bogor Disita Satgas BLBI
Pada program ini, Pemkot Bogor memberikan penyuluhan, upaya pencegahan, deteksi dini, dan aktivasi kader atau duta Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di sekolah.
“Diharapkan anak-anak bisa menjadi Jumantik di sekolah, rumah, dan lingkungannya. Sehingga 1 rumah memiliki 1 jumantik. Di samping itu, kami juga akan melakukan vogging secara berkala,” ujar Retno.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menargetkan program Gertak PSN DBD dapat berlangsung secara masif dan serentak. Ia berpesan pada para siswa untuk senantiasa berperan aktif sebagai Jumantik meninjau sumber-sumber genangan air seperti di pot, dispenser, dan bekas tempat minuman.
“Kami hantam dan bersihkan semua. Dan saya minta anak sekolah harus tau kesadaran itu. Setiap ada gejala harus langsung ditangani, seperti demam tinggi, mual, lemas, pusing jangan main main. Karena yang meninggal itu akibat telat ditangani,” tegas Bima.***




