POJOKSATU.id - Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dikukuhkan sebagai Guru Besar Institut Agama Islam (IAI) Tazkia. Pengukuhan dilakukan Senat Akademik IAI Tazkia di Auditorium Al Hamra, Kampus IAI Tazkia, Sentul City, Kabupaten Bogor, Kamis (9/2).
Muhammad Syafii Antonio merupakan pendiri IAI Tazkia, hingga akhirnya menjadi menjadi guru besar pertama di kampus yang mempelopori ekonomi syariah sejak tahun 2001.
Senat Akademik Institut Tazkia meyakini Muhammad Syafii Antonio akan terus berkontribusi lebih besar bagi kemajuan ilmu dan pendidikan syariah dan ilmu pengetahuan pada umumnya.
Diketahui, Muhammad Syafii Antonia telah menjadi dosen tetap di IAI Tazkia lebih dari 20 serta telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam bidang ilmunya usai ikut membangun ekosistem ekonomi syariah sejak tahun 90-an.
Pengangkatannya sebagai guru besar merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada akademis yang telah menujukkan kompetensi dan kontribusi memadai dalam bidang pendidikan, peneltian dan pengabdian masyarakat.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dr. Muhammad Syafiin Antonio, M.Ec menyampaikan orasi berjudul Model Leadership ProLM dan Tantangan Sumber Daya Manusia Bisnis Syariah di Era Digital.
Dia mengungkapkan, urgensi ProLM Wisdom pada era digital dan internet of thing merupakan fenomena paling kompleks dan menantang, tidak hanya dalam bidang bisnis tapi juga pada hampir seluruh aspek peradaban manusia.
"Proses digitalisasi dan praktik online pada banyak lini kehidupan telah mengubah pola produksi, distribusi, pembiayaan, pemasaran bahkan cara konsumsi dan gaya hidup manusia modern. Era ini ditandai dengan proses disrupsi pada hampir semua lini industri ditandai perubahan aplikasi teknologi yang super cepat," kata Prof Syafii.
Menurutnya, ekosistem bisnis syariah sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa telah berdampak pada perubahan yang sangat cepat setidaknya dalam satu dekade terakhir. Sehingga pelaku bisnis berbasis syariah perlu cepat menyesuaikan diri.
"Tidak tergantung pada perlindungan pemerintah semata. Bisnis berbasis syariah harus mampu memanfaatkan momentum ledakan digital ini agar melaju di jalur utama, melalu inovasi dan terobosan kreatif tanpa kehilangan jati diri dan nilai mulia," katanya.
Sehingga, kesiapan sumber daya manusia akan menjawab seluruh tantangan yang ada dalam bisnis berbasis syariah. Jika sumbe daya manusia memiliki visi yang kuat, berwawasan global, talenta dan skill tinggi serta berakhlak mulia, maka bisnis syariah akan tumbuh di Indonesia sambil memberi kontribusi terbaik untuk pembangunan.
(Rishad Noviansyah)



