POJOKBOGOR.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi), meresmikan secara langsung Jembatan Otto Iskandar (Jembatan Otista) Kota Bogor, Selasa (19/12).
Dalam peresmian Jembatan Otista, Jokowi didampingi Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jendral Agus Subiyanto, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin serta Ridwan Kamil.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini saya resmikan Jembatan Otto Iskandardinata Kota Bogor," singkat Jokowi.
Baca Juga: Banyak Diminati Pedagang, Kios Milik Perumda PPJ di Pasar Pamoyanan Sisa 7 Unit
Menurut Jokowi, Jembatan Otista ini adalah salah satu menjadi problem di Kota Bogor, karena menyempit di jembatan ini. Sehingga jembatan ini dilebarkan.
"Dan kalau kita lihat sekarang sudah lebih dari cukup," ucap Jokowi.
"Tadi saya ke bawah juga melihat bahwa apa itu lengkung itu tidak dihilangkan," sambung Jokowi.
Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto melaporkan jembatan ini dibangun tahun 20, dan yang khas saat itu adalah fondasi lengkung yang ada di bawah.
Baca Juga: 10 Tahun Kepemimpinan Bima Arya, Pemkot Bogor Sabet 374 Penghargaan
Dilebarkan pada tahun 70, dan tahun 90-an menjadi arus utama di Kota Bogor, macet dipenuhi oleh pedagang.
Oleh karena itu pada tahun 2015, kami melakukan kajian dan munculah kebijakan Sistem Satu Arah (SSA). Diberlakukan di seputar istana ini, mengurangi kemacetan.
"Tetapi ternyata titik ini adalah titik penyempitan utama, bottleneck utama di pusat kota," ujar Bima Arya.
Maka itu, lanjut Bima, warga meminta kepada pemerintah kota untuk melebarkan.
Baca Juga: Sebanyak 25 Pengedar dan Pemakai Narkotika di Ringkus Satnarkoba Polresta Bogor Kota
"Kami mengajukan kepada provinsi. Sempat disetujui di tahun 2020, tetapi karena COVID-19 terjadi kebijakan rasionalisasi, ditunda," lanjut Bima.
Baru kemudian pada awal tahun ini, masih kata Bima, jembatan ini dibangun. Jembatan ini dibangun selama 7, 5 bulan, perjalanan yang tidak mudah, karena warga harus cukup bersabar.
Bukan hanya karena kemacetan yang ditimbulkan akibat peraturan lalu lintas, tetapi juga berkurangnya pendapatan warga.
Mudah-mudahan lancarnya jembatan ini memberikan rezeki yang lebih luas lagi ke seluruh warga.
Baca Juga: Bawaslu Panggil Camat Hingga Lurah se-Kabupaten Bogor
"Bapak Presiden yang kami hormati, tentu setelah jembatan ini ada tugas-tugas lainnya dari kami untuk memastikan bahwa Bogor semakin lancar. Di antaranya konversi dari angkot menuju bus dan lanjutkan program buy the service yang sudah lancar di Kota Bogor," tutup Bima. ***



