POJOKBOGOR.id — Proses relokasi pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua dan Sukasari terus berjalan. Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) menargetkan seluruh pemindahan pedagang ini rampung dalam waktu sebulan ke depan.
Direktur Utama PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin, menjelaskan, relokasi dilakukan bertahap menyesuaikan jenis dagangan.
Pedagang komoditas basah seperti sayuran, ikan, dan daging dipindahkan ke Pasar Jambu Dua. Sementara itu, pedagang barang kering dialihkan ke Pasar Sukasari.
“Kami jalankan relokasi ini bertahap. Alhamdulillah prosesnya sejauh ini lancar, pedagang juga cukup antusias,” kata Jenal belum lama ini.
Dari data terakhir, sudah lebih dari 180 pedagang mendaftar dan memesan tempat di Pasar Jambu Dua. Bahkan sebagian besar sudah bayar uang muka untuk kios atau los.
Sementara itu, sekitar 120 pedagang lainnya sudah mulai menempati Pasar Sukasari.
Jenal tidak menutup mata bahwa relokasi ini sempat tersendat karena ada penolakan dari sebagian pedagang.
Namun, menurutnya hal ini lebih karena masalah teknis dan koordinasi lintas sektor yang memang harus diselesaikan.
“Kami selalu terbuka untuk berdialog dengan pedagang. Masukan dan kebutuhan mereka jadi bahan pertimbangan kami,” ujar Jenal.
Relokasi ini, tambahnya, bukan sekadar memindahkan pedagang.
PPJ punya rencana besar untuk menata ulang kawasan Pasar Bogor agar lebih tertib, nyaman, dan jadi daya tarik baru di tengah kota.
“Kami berharap dalam sebulan ke depan semuanya sudah rampung,” tegasnya.
Tak hanya soal relokasi, PPJ juga tengah menyiapkan rencana pemanfaatan lahan eks Pasar Bogor.
Nantinya, Pasar dan Plaza Bogor akan dibuat terintegrasi dengan kawasan Suryakencana.
Menurut kajian yang dilakukan, kawasan ini ideal dikembangkan menjadi zona multifungsi.
Rencananya, akan dibangun pusat oleh-oleh, pasar tematik, fasilitas parkir, hingga hotel.
“Fungsi lama pasar tetap dipertahankan, tapi ditata lebih baik. Kami ingin Pasar Bogor jadi lebih representatif dan jadi magnet baru bagi warga dan wisatawan,” tutup Jenal.***




