POJOKSATU.id - Kasus investasi gadai rumah kontrakan di Bogor memasuki babak baru. Terbaru, Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota telah menaikan kasus tersebut menjadi penyelidikan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadillah mengatakan dari hasil gelar perkara yang dilakukan pihaknya, kasus tersebut kini naik menjadi penyelidikan.
"Untu penetapan tersangka masih berproses, kita naikan dulu statusnya menjadi penyelidikan," kata Rizka kepada pojoksatu.id, Bogor, Kamis (23/02/2023).
Rizka juga mengungkapkan saat ini yang menjadi korban berjumlah 20 orang.
"Untuk kerugian nasih kita lakukan perhitungan. Karena juga dari hasil pemerikssaan juga karena ini sistemnya investasi, dari beberapa korban sebenernya telah menerima
Tetapi akan pisahkan apa yang disebut dengan hasil investasi atau akal akalan belakang," ucap Rizka.
Seperti diketahui, puluhan orang yang didominasi oleh ibu-ibu mendatangi kantor Polresta Bogor Kota pada, 18 Januari 2023 yang lalu.
Kedatangan mereka ke Polresta Bogor Kota untuk menanyakan kasus penipuan bergedok gadai kontrakan yang dilakukan oleh seorang ibu beinisial LM.
Sementara itu, Essih (38) salah satu korban investasi gadai rumah kontrakan menyebut ada banyak yang menjadi korban aksi tipu yang dilakukan oleh LM.
"Kalau diitung ya mah banyak, tapi yang datang ke sini (Polresta Bogor Kota) itu mencapai Rp 1 M," kata Essih kepada pojoksatu.id, Bogor.
Menurur Essih alasan karena berinvestasi kepada LM karena dirinya sultan di kawasan tersebut.
"Kehidupan dia (LM) juga glamor sering-sering wara wiri, mangkanya kita percaya aja," ucap Essih.
Essih juga mengungkapkan ada perjanjian dengan dia (LM). Dimana dalam perjanjiannya akan berlangusng selama tiga tahun uang itu akan dikembalikan.
"1-3 bulan itu lancar dengan biaya bayar Rp 1 juta perbulan, namun di bulan ke 4 dan seterusnya dia (LM) tidak ada kabarnya lagi," ucap Essih.
Ditempat yang sama. korban lainnya, Korban lainnya, Siti Maryam (46) mengatakan, dirinya mengenal LM sejak 2017 lalu.
Saat itu, dirinya membayarkan uang gadainya senilai 60 juta dengan keuntungan investasi senilai 2 juta perbulan.
Namun, nasib sial pun dialami Maryam.
Bukannya untung, dirinya pun merasakan hal serupa yakni tertipu bualan manis LM.
"Tapi, dijanjiinnya balik lagi. Seiring berjalannya waktu tepat satu tahun, dia (pelaku) gapunya uang. Terus diperpanjang lagi satu tahun 2018 ke 2019. Nah, dari 2017 itu bayarannya bagus. Tapi, masuk tahun ketiga pembayarannya malah ngaco," kata Maryam.
Maryam pun sampai saat ini masih menunggu sisa uang awal dikembalikan oleh LM.
Sebab, selama pembayaran investasinya tidak dibayarkan, baru 30 juta uang dari Maryam kembali.
"Saya ancam aja supaya saya bisa stop. Tapi, dia malah nawarin lagi 60 juta. Kata saya balikin uang saya dulu. Akhirnya dibalikin lah uang saya besarnya 30 juta. Sisanya masih ada di dia 30 juta uang saya," jelasnya.
Maryam pun berharap, Polresta tetap bergerak cepat untuk menangkap LM yang saat ini kabur melarikan diri.
"Sudah dari bulan 9. Sampai sekarang kita minta perkembangan dan mau nagih laporan ke polisi dan menanyakan," tandasnya.
(Adi Wirman)


