POJOKSATU.id, Bogor - Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin akan mendalami dugaan adanya kelompok terkait dengan dua orang mengaku wartawan yang ditangkap karena melakukan pemerasan terhadap pengurus RW di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Imanuddin menduga adaanya kelompok orang-orang yang mengaku wartawan di Kabupaten Bogor yang sering melakukan praktik pemerasan.

"Kalau informasi yang masuk dari kami, ada beberapa kelompok yang memiliki beberapa kebiasaan seperti ini," kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Sabtu (14/1/2023).

Baca Juga : Dua Wartawan Bodong Malak Ditangkap Polsek Leuwiliang, Minta Duit Rp50 Juta ke RT/RW

"Namun kami masih melakukan pendalaman apakah ada keterkaitan dengan yang saat ini kami amankan atau kelompok yang berbeda," sambung Iman.

Iman tidak menutup kemungkinan adanya orang-orang lain yang memeras dengan modus mengaku wartawan. Bahkan yang bergerak secara berkelompok.

"Yang saat ini kami tangani baru satu, kami masih melakukan pendalaman ada atau tidaknya kelompok lain yang menggunakan modus sama," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, kepolisian menangkap dua wartawan berinisial AY dan Z karena melakukan terhadap pengurus RW di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan keduanya mengaku baru pertama kali memeras korban. Iman mengimbau warga melapor ke polisi apabila ada kejadian seperti itu.

Baca Juga : Kronologi Wartawan Bodong Peras Kades di Bogor, Untung Ada Polisi di Tempat Kejadian

"Saya mengimbau kepada masyarakat yang menjadi pejabat di daerah terutama yang menjadi sasaran dari pada oknum yang suka ngaku-ngaku media dengan menakut-nakuti. Saya mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kami," kata Iman.

Iman juga mengimbau warga untuk lebih mengetahui mengenai mekanisme pemberitaan. Karena masyarakat awam rawan terkena pemerasan dengan modus seperti itu.

"Ini juga menjadi pembelajaran bagi kita semuanya. Terutama awak media, harus berhati-hati juga terhadap oknum seperti ini yang mencoreng nama baik jurnalis yang betul-betul memberi informasi yang benar kepada masyarakat," tandasnya. (Adi Wirman)