POJOKBOGOR.id - Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso membeberkan kronologis pembunuhan terhadap gadis muda berinisial FW (22) oleh kekasih bernama Rahmat Agil.

Menurut Bismo, peristiwa pembunuhan sendiri terjadi saat tersangka yang sebelumnya sudah ditahan di polsek Bogor Barat menjalani hukuman selama 28 hari penahanan dalam kasus penganiayaan.

Kemudian oleh korban dalam kasus penganiayaan tersebut mencabut laporan, kemudian RJ dan Pelaku keluar dari tahanan Polsek Bogor Barat.

Baca Juga: DPC Organda Kota Bogor Buka Pendaftaran Bakal Calon Ketua

"Dalam tempo 3 hari setelah keluar dari polsek bogbar tsk bertemu dgn korban di malabar malam jumat saat korban bersama dengan teman-temannya dijemput lah oleh Tsk ini, kemudan pelaku dan korban jalan lanjut menuju ke red door pondok nirmala kedung badak, Tanah Sareal, kemudian melakukan hubungan badan," ujar Bismo.

Setelah hubungan badan, lanjut Bismi, jam 1 dinihari, pelaku ingin memutuskan hubungan dengan korban. .

Korban menolak dan berteriak, kemudian dari si pelaku membekap mulut korban, menutup jalan nafas hidung dan mulutnya selama 5 menit, kemudian melakukan menekan dibagian leher sehingga Korban kehabisan nafas dan kemudian meninggal dunia

Baca Juga: Mayat tanpa Identitas Ditemukan di Tepi Jalan Raya Parung Bogor

Kemudian oleh pelaku korban yang saat itu dibekap mulutnya dalam posisi duduk kemudian ditidurkan di tempat tidur.

"Setelah tidak bernafas atau lemas, kemudian pelaku tidur disamping korban mulai dari jam 1 dini hari jumat sampai jam 4 dini hari. Jam 4 dini hari pelaku bangun, kemudian melihat korban masih dalam kondisi lemas dan diperkirakan meninggal dunia," tutur Bismo.

Kemudian pelaku keluar dari hotel pergi menemui temannya, untuk meminta tolong. Akhirnya dari si temannya tersebut bersama pelaku datang ke hotel.

Baca Juga: Ini Tampang Rahmat, Pelaku Pembunuhan Terhadap Gadis Muda dan Simpan Mayat di Ruko Kosong

Setelah datang ke hotel atau pondok nirmala di kamar 33, pertama awalnya kondisi gelap kemudian ketika dinyalakan lampunya terkejut dengan kondisi korban yang terlentang, dengan darah di sprey.

"Ini karena apa? Dijawab pelaku karena Kecelakaan. Kalau begitu beritahu ortunya atau dibawa ke rs. Tapi si pelaku bilang biar kita bawa ke ortu nya dulu," ucap Bismo.

Kemudian, masih kata Bismo, oleh si pelaku bersama temannya ini yang dimintai tolong membawa si korban, rencananya menuju ke rumah ortu dari si korban, dipakaikan jaket oleh si temannya tersebut.

Saat dipakaikan jaket temannya merasakan sudah dingin dan kaku. Kemudian dibonceng di motor bertiga dari si pelaku di depan, kemudian korban di tengah dan temannya di belakang.

Baca Juga: Selalu Tepat Waktu, UPTD BLK Kota Bogor Sabet Penghargaan Kategori Pelaporan Terbaik

"Rencananya akan dibawa ke rumah ortu dari si korban. Tapi sesampainya di mulut gang dari rumah ayahnya atau ortu dari si korban si pelaku takut dan mengurungkan niatnya dan membawa dari korban ke ruko brajamustika tempat dari tsk ltersebut bekerja," tutur Bismo.

Kemudian dimasukan dari jenazah korban tersebut di dalam ruko tersebut di lantai 2, diletakan di atas meja, itu sudah masuk di jumat pagi hari hingga jam 9.

Setelah itu, temannya pulang, lanjut pukul 14 karena darah terus keluar mengeluarkan busa dari hidungnya Oleh si pelaku dilap dengan menggunakan kaos kaki yang ada di tas korban.

Baca Juga: Ada Sky Bridge, Ingin ke Stasiun Bojonggede jadi Jauh

Pada pagi harinya, dari pelaku datang lagi ke ruko braja muskita melihat kondisi dari korban, kemudian menyeka sekali lagi terhadap darah dan busa yang keluar dengan menggunakan kaos kaki kuning tsb

Lanjut jam 12 siang, itu ayah dari korban datang ke ruko braja mustika dimintai tolong oleh si pelaku karena antara pelaku dengan ayah korban ini bekerja di lokasi yg sama sebagai tukang parkir di sekitar ruko brajamustika

Saat itu dari pelaku mengatakan kepada ortunya si korban sedang berada di temannya, sehingga tidak ada hal yang mencurigakan yang dipandang oleh ayah dari su korban yg terus kemarin2nya mencari keberadaan korban.

Baca Juga: Karyawan dan Manajemen XL Axiata Mengajar di SLB, Dukung Komunitas Penyandang Disabilitas Garut

Saat ayah si korban menanyakan terus keberadaan anaknya, ya di jawab oleh si tsk ini sedang berada di temoat teman2nya. Tapi ketika ayahnya mengecek teman"nya tidak ada di tempat temanya tersebut.

Kemudian lanjut pada malam harinya pada sabtu malam itu jam 21.00, dari pelaku ini mengatakan ke ortunya pelaku bahwa korban sudah meninggal dunia karena kecelakaan.

Disampaikan kepada ortu pelaku, Kalau begitu kamu silahkan sampaikan kepada ortu si korban.

Kemudian dari pelaku menyampaikan atau menghubungi dari pada orang tua korban, kemudian mengecek sama sama lokasi di brajamustika dengan kabar ada yg tertinggal di situ. Sehingga dari ortu si korban mengecek

Kemudian setelah dicek, ortu si korban menghubungi pihak kepolisoan polsek bogor barat. Penyidik dilakukan pemeriksaan terhaspa semua saksi

"Pada minggu pagi jam 6, tsk sudah kita amankan Mengakui bahwa yg melakukan pembunuhan tersebut kemudian kita amankan
Adapun barbuknya ini yg digunakan oleh pelaku, dompet milik korban, beserta kaos kakinya. Rekaman cctv pada saat korban maish hidup di dekat pondok nirmala.

"Kita sudah dapatkan rekaman cctv juga setelah itu dimana korban masuk dan keluar, dimana saat korban masih hidup dan korban sudah lemas sudah kita dapatkan rekaman cctnya, dan ini ada hp yang digunakan oleh pelaku dan korban Kita Jerat pelaku dengan pasl 338 kuhp, dengan ancaman hukuman 15 tajun oenjara," tutup Bismo. ***