POJOKSATU.id - Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan akan mengevaluasi seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Bogor, untuk mencegah tindak kekerasan pelajar. Terbaru, seorang pelajar tewas disabet pedang di simpang Pomad, Jalan Raya Jakarta-Bogor, Jumat (10/3).

Menurut Iwan, peristiwa tersebut sangat keji mengingat korban, Arya Saputra saat itu hanya sedang menyeberang jalan, lalu ditebas oleh pelajar lain berbonceng tiga sekitar pukul 09.30 WIB.

"Pertama kami menyampaikan duka mendalam dan prihatin atas kejadian ini. Ini sungguh di luar batas. Tentu kita sedih sekaligus marah," kata Iwan.

Meski korban bersekolah di SMK Bina Warga yang ada di Kota Bogor, Arya merupakan warga Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Iwan Setiawan meminta kasus ini menjadi perhatian serius. Perlu ada tindakan tegas dan evaluasi terhadap lembaga pendidikan dan pihak-pihak terkait lainnya agar kasus serupa tak terus berulang.

"Memang SMA dan SMK ini domainnya di provinsi, tapi kita juga harus mengambil langkah antisipasi. Jangan sampai anak-anak kita terlibat atau menjadi korban dari kengerian ini," kata Iwan.

Menurut Iwan Setiawan, perlindungan anak tak bisa hanya dilakukan pemerintah. Butuh kerjasama berbagai pihak, termasuk orang tua dan keluarga untuk sama-sama melakukan pengawasan dan pencegahan.

Ia juga memerintahkan aparat di wilayah aktif melakukan pengawasan dan pencegahan dengan memperkuat sinergitas dengan TNI, Polri, Satgas Pelajar dan pihak terkait lainnya.

"Peran orang tua juga sangat penting sebagai lingkup paling dekat dengan anak. Kita berharap pengawasan dari rumah juga lebih maksimal. Sinergitas hingga ke wilayah juga harus diperkuat. Karena mengatasi ini tidak bisa sendiri-sendiri, butuh peran serta semuanya," tandas Iwan Setiawan.

(Rishad Noviansyah)