POJOKSATU.id, Bogor - Ratusan pedagang di Jambu Dua Bogor akan ditempatkan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) menyusul adanya revitalisasi Pasar Jambu Dua Bogor.
Rencananya, Perumda PPJ menargetkan Pemindahan pedagang eksisting akan dilakukan sebelum Ramadan.
Direktur Umum Perumda PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin mengatakan, pemindahan pedagang akan disesuaikan dengan proses pembangunan TPS yang saat ini baru mencapai 95 persen.
Baca Juga: Perumda PPJ Kota Bogor Bakal Libatkan Warga dalam Pembangunan Pasar Jambu Dua
"TPS ditempatkan di belakang Pasar Jambu Dua, dan sudah hampir jadi tinggal 15 persen lagi, nanti untuk penempatan kami lakukan mekanisme kocok ulang," kata Jenal Abidin, Kamis (24/2/2023).
Menurut dia, dari total 320 pedagang eksisting, Perumda PPJ menyiapkan sebanyak 328 TPS agar mereka tetap dapat berjualan selama proses pembangunan yang akan memakan waktu selama enam bulan.
"Pemindahan ke TPS termasuk yang ada di blok PKL. Begitu selesai langsung dilakukan pemindahan ke TPS. Targetnya sebelum puasa," ucapnya.
Secara konsep, dijelaskan Jenal pasar yang akan direvitalisasi nantinya mampu menampung 1.141 pedagang, dan diperuntukan untuk pedagang eksisting, serta pedagang basah yang saat ini menempati Pasar Bogor.
"Konsep Pasar Jambu dua itu adalah Pasar Bersih, ada semi basment, lantai satu, dua dan rooftop," ucap dia.
Baca Juga: Perumda PPJ Kota Bogor Buka Pendaftaran PKL untuk Masuk ke dalam Pasar
Diketahui, Revitalisasi Pasar Jambu Dua akan segera dilaksanakan pada 2023 ini. Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) mengaku sudah ada pemenang lelang beauty contest yakni PT Bogor Artha Makmur.
Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ, Muzakkir mengatakan, saat ini tengah menyiapkan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk merelokasi pedagang eksisting. Rencananya, sebanyak 300 pedagang eksisting yang akan menempati TPS selama proses pembangunan.
Pedagang eksisting sementara akan berjualan di TPS yang berlokasi di lahan belakang pasar.
“(Kondisi saat ini) sudah kita bongkar-bongkarin. Nah, ini sudah proses pembongkaran (bangunan yang dikuasai). Pemadatan tanah, baru langsung pembangunan TPS,” papar Muzakkir.
Setelah pembangunan TPS selesai, Perumda PPJ akan memulai proses pemindahan pedagang. Setelah itu, baru akan dilakukan pembongkaran pasar menuju revitalisasi.
“Kami akan melakukan pemagaran dan pembongkaran, setelah itu baru dilalukan proses pembangunan. Targetnya Jambu Dua akhir tahun nanti sudah bisa beroperasi,” ucap dia.
Pasar yang berlokasi di Kecamatan Tanah Sareal itu rencananya akan disulap menjadi Pasar Pangan terbesar di Kota Bogor dan bisa menampung sekitar 1.100 pedagang. Revitalisasi pasar diperkirakan akan menghabiskan anggaran di atas Rp80 miliar. (Adi Wirman)



