BOGOR.POJOKSATU.id - Kebiasaan merokok masih menjadi persoalan kesehatan serius di Kota Bogor. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, hampir sepertiga warga berusia di atas 15 tahun masih tercatat sebagai perokok aktif.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, mengungkapkan bahwa persentase penduduk yang masih merokok mencapai 28,68 persen. Angka tersebut menggambarkan tingginya tingkat konsumsi tembakau di kalangan masyarakat.
“Rata-rata konsumsi rokok mencapai 77 batang per minggu atau sekitar 11 batang per hari untuk setiap perokok aktif,” jelas Retno.
Ia menuturkan, kebiasaan merokok paling banyak ditemukan pada kelompok masyarakat dengan penghasilan menengah, yakni 34,51 persen, disusul kelompok berpenghasilan rendah sebanyak 29,40 persen.
Sementara itu, kelompok berpenghasilan tinggi tercatat hanya 16,53 persen, namun dengan tingkat konsumsi yang relatif lebih tinggi.
Jika dilihat dari tingkat pendidikan, warga dengan latar belakang pendidikan SD ke bawah menjadi kelompok dengan jumlah dan intensitas merokok tertinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa faktor pendidikan berperan besar dalam perilaku konsumsi tembakau di masyarakat.
Menurut Retno, kondisi tersebut menegaskan pentingnya langkah pencegahan dan edukasi kesehatan yang lebih masif, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah dan berpendidikan rendah.
“Edukasi harus terus digencarkan agar masyarakat sadar bahwa kebiasaan merokok bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga keluarga dan lingkungan,” pungkasnya. ***



