POJOKBOGOR.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya agar layanan transportasi Biskita Transpakuan bisa kembali beroperasi untuk melayani masyarakat Kota Bogor.

Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah menemui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna membahas kepastian operasional armada tersebut.

Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi terkait pengelolaan Biskita Transpakuan yang tengah dalam proses lelang.

Meski demikian, ia mengaku belum menerima informasi resmi dari Kemenhub maupun Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

"Kami berharap subsidi untuk Biskita bisa kembali dilanjutkan, mengingat solusi darurat berupa bus pengganti yang saat ini beroperasi tidak dapat memenuhi kebutuhan secara optimal," ujar Hery pada Sabtu (11/1/2025).

Hery menambahkan bahwa sejak awal bertugas pada Mei 2024, ia telah menerima informasi terkait percepatan pemberhentian subsidi Biskita Transpakuan dari yang semula direncanakan pada 2026 menjadi 2025.

Keputusan tersebut dinilai tidak sejalan dengan kondisi anggaran Pemkot Bogor yang belum memungkinkan untuk melanjutkan operasional secara mandiri.

Pemkot dan DPRD telah berusaha keras untuk mencari solusi, termasuk mengajukan anggaran sebesar Rp10 miliar. Namun, jumlah tersebut ternyata masih jauh dari cukup untuk menutupi kebutuhan operasional.

"Kesiapan anggaran yang kami alokasikan belum maksimal. Meski sudah ada komitmen, kita tetap harus realistis karena kebutuhan anggaran di sektor lain juga cukup banyak," bebernya.

Menurut Hery, jika peralihan pengelolaan dilakukan sesuai rencana awal pada 2026, Pemkot Bogor dipastikan sudah lebih siap dari sisi anggaran dan sistem.

Namun, dengan perubahan kebijakan ini, Pemkot akan segera menghadap pemerintah pusat untuk meminta subsidi dilanjutkan.

"Kami sejak awal tidak setuju dengan penghentian subsidi ini karena kami belum siap. Bahkan wali kota sebelumnya sudah menyampaikan bahwa Pemkot belum mampu mengelola Biskita secara mandiri," tegasnya.

Pemkot Bogor optimis pemerintah pusat akan mendukung keberlanjutan layanan Biskita Transpakuan, mengingat transportasi ini merupakan kebutuhan krusial bagi masyarakat Kota Bogor.

Upaya diplomasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian, sehingga layanan transportasi yang nyaman dan terjangkau tetap tersedia.***