POJOKBOGOR.id – Taman Ekspresi di jantung Kota Bogor, Selasa (22/4/2025), berubah menjadi panggung terbuka bagi belasan grup musik jalanan.

Di bawah langit Bogor yang bersahabat, satu per satu grup pengamen tampil membawakan lagu-lagu andalan mereka di hadapan juri dan masyarakat.

Bukan sekadar ajang unjuk bakat, audisi ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Bogor untuk mengubah wajah permasalahan sosial menjadi peluang seni.

“Ini bukan hanya tentang menertibkan pengamen jalanan, tapi juga soal menaikkan kelas mereka menjadi seniman,” tegas Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Ia menyebut audisi ini sebagai bagian dari program penataan pengamen, agar tak lagi berkeliaran secara liar, melainkan tampil terhormat di ruang publik yang telah disiapkan.

Dari sekitar 400 pengamen yang tersebar di Kota Hujan, sebanyak 17 grup yang masing-masing beranggotakan 4 hingga 5 orang ikut serta dalam audisi perdana ini.

Suasana audisi terasa hidup, apalagi ketika para pengamen membawakan aransemen musik jalanan dengan semangat khas yang menghibur dan menggugah hati.

Pemkot Bogor pun tak setengah hati dalam mendukung mereka. Sedikitnya 12 titik strategis di taman-taman kota akan dijadikan spot manggung resmi.

Lokasinya tersebar di ruang-ruang hijau ikonik seperti Alun-Alun Kota Bogor, Taman Sempur, Taman Heulang, dan Taman Kencana.

Setiap titik akan dilengkapi dengan atap, aliran listrik, dan sound system untuk menunjang penampilan para musisi jalanan ini.

“Dengan fasilitas ini, mereka bisa tampil maksimal dan menghibur warga tanpa mengganggu kenyamanan publik,” ujar Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih.

Tak hanya di taman, Pemkot juga menjajaki kerja sama dengan kafe, warung tenda, hingga restoran untuk membuka panggung tambahan bagi para pengamen.

“Kami akan menyurati mereka agar bisa menitipkan teman-teman seniman jalanan ini. Supaya mereka bisa tampil dengan terhormat dan tetap bisa mencari nafkah lewat musik,” ujar Jenal.

Meski baru menjangkau sebagian kecil pengamen di Kota Bogor, Pemkot bertekad untuk terus merangkul mereka satu per satu.

“Kalau masih ada yang belum terangkul, silakan laporkan. Kalau ada yang maksa ngamen, mabuk, dan meresahkan, foto saja dan kirim ke Instagram saya. Akan kami edukasi dan latih agar mereka bisa masuk ke program ini,” tegas Jenal.

Program ini bukan sekadar solusi estetika kota, tapi juga langkah nyata untuk memanusiakan mereka yang selama ini dipandang sebelah mata.

Dari jalanan menuju panggung, dari pengamen menjadi seniman, Kota Bogor sedang bersiap menghadirkan wajah baru seni di ruang publiknya.***