BOGOR.POJOKSATU.id - Penyaluran bantuan PKH dan BPNT tahap ketiga tahun 2026 diperkirakan mulai ramai berlangsung pada Agustus hingga awal September.
Perkiraan tersebut muncul setelah data alokasi Juli, Agustus, dan September dilaporkan mulai bergerak dari proses verifikasi rekening menuju tahapan Surat Perintah Membayar atau SPM.
Namun, perkiraan waktu tersebut bukan jadwal resmi dari Kementerian Sosial. Proses pencairan tetap dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Penyaluran juga tidak selalu berlangsung bersamaan di seluruh bank. Pada tahap sebelumnya, Bank Syariah Indonesia atau BSI disebut menjadi salah satu bank yang lebih awal menyalurkan saldo kepada sejumlah penerima.
Meski demikian, untuk tahap ketiga belum dapat dipastikan bank mana yang akan lebih dahulu memproses pencairan.
Saat ini, data KPM dari beberapa bank penyalur disebut masih berada pada tahapan yang berbeda. Sebagian masih menjalani verifikasi rekening, sedangkan sebagian lainnya mulai masuk proses SPM.
Kondisi tersebut membuat waktu masuknya saldo ke rekening penerima tidak dapat disamaratakan.
KPM disarankan tetap berpikir positif, tetapi tidak menjadikan prediksi di media sosial sebagai dasar kepastian pencairan.
Informasi mengenai bantuan sebaiknya diperoleh melalui Kementerian Sosial, aplikasi Cek Bansos, pendamping PKH, pemerintah desa, atau bank penyalur.
Penerima juga tidak perlu terlalu sering memeriksa ATM apabila belum mendapatkan pemberitahuan. Selain berpotensi menimbulkan antrean, pengecekan berulang dapat menambah biaya perjalanan.
Apabila status bantuan belum berubah, KPM dapat memastikan kembali kesesuaian data kependudukan, rekening, komponen keluarga, dan hasil pemutakhiran data sosial ekonomi.
Hingga akhir Juli 2026, pencairan PKH dan BPNT tahap ketiga masih dalam proses persiapan. Masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi sebelum menyatakan dana telah cair secara nasional.***



