POJOKBOGOR.id – Upaya menekan angka putus sekolah di Kota Bogor dilakukan dengan cara berbeda. Pemkot Bogor tidak hanya menunggu warga datang mencari layanan pendidikan, tetapi turun langsung menyisir permukiman untuk menemukan anak dan warga yang berhenti sekolah.
Langkah jemput bola tersebut dilakukan bersama jajaran kewilayahan hingga tingkat kelurahan dan RT.
Di Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, misalnya, penelusuran terhadap warga putus sekolah dilakukan secara langsung dari lingkungan ke lingkungan.
Lurah Sindangbarang, Ertha Rahmaini, mengatakan pihaknya mulai melakukan pemetaan dan penyisiran sejak beberapa bulan lalu. Warga yang ditemukan tidak melanjutkan pendidikan kemudian didata dan dibantu mencari jalur pendidikan yang sesuai.
“Iya, jadi tahun ini dimulai beberapa bulan lalu kita terus menyisir, mencari dan memfasilitasi warga putus sekolah untuk kembali ke sekolah,” ujar Ertha, Rabu (30/9/2026).
Hasilnya, pihak kelurahan menemukan dua warga yang mengalami putus sekolah. Keduanya telah didata dan menyatakan kesediaan untuk kembali melanjutkan pendidikan.
“Kita sudah susur, dan menemukan ada dua, sudah didata juga, dan alhamdulillah yang bersangkutan mau untuk melanjutkan. Nanti ketika ajaran baru langsung kembali lanjut sekolah,” katanya.
Tak Sekadar Dicari, Tapi Dicarikan Jalan Kembali Belajar
Program tersebut tidak berhenti pada pendataan. Pemkot Bogor menyiapkan akses pendidikan berdasarkan kondisi dan jenjang terakhir warga yang bersangkutan.
Warga putus sekolah yang membutuhkan pendidikan nonformal akan difasilitasi melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sementara anak-anak akan diarahkan kembali ke sekolah sesuai jenjang pendidikan terakhirnya.
Pola tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan persoalan ekonomi, kondisi keluarga, maupun faktor lainnya tidak membuat warga kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
Bahkan, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, dalam sejumlah agenda turun ke lapangan beberapa kali menemukan anak yang tidak bersekolah. Anak-anak tersebut kemudian difasilitasi agar dapat kembali melanjutkan pendidikan.
Sekolah Jadi Investasi Masa Depan
Kepala SMP PGRI 13 yang juga Ketua RT di wilayah Kelurahan Sindangbarang, Erman Juniarto, mengapresiasi langkah pemerintah dan jajaran wilayah yang aktif mendatangi masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah hingga tingkat RT membuat persoalan anak putus sekolah dapat lebih cepat ditemukan dan ditangani.
“Bu Lurah ini aktif sekali turun ke RT-RT mencari anak putus sekolah, kemudian mendata dan juga memfasilitasi,” ujar Erman saat memberikan sambutan dalam peresmian ruang kelas baru SMP PGRI 13.
Erman menilai pendidikan merupakan investasi penting untuk masa depan generasi muda Kota Bogor.
“Ini merupakan wujud dan bukti besar komitmen Pemerintah Kota Bogor terhadap kemajuan dunia pendidikan,” katanya.
Melalui strategi jemput bola tersebut, Pemkot Bogor berupaya memastikan anak yang putus sekolah tidak hilang dari radar pemerintah. Mereka yang ditemukan akan didata, didekati, dan diberikan pilihan jalur pendidikan agar dapat kembali belajar.



