KOTA BOGOR, POJOKBOGOR.id - Pemkot Bogor menyiapkan bonus sebesar Rp100 juta bagi setiap atlet yang berhasil meraih medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov XV Jawa Barat 2026.
Insentif tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi pemerintah terhadap perjuangan atlet yang membawa nama Kota Bogor di ajang olahraga tingkat Porprov XV Jawa Barat 2026.
Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Kontingen Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan besaran bonus bagi peraih medali emas tersebut mengacu pada kebijakan tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun ini sama, dianggarkan Rp100 juta per medali emas," ujar Jenal.
Meski demikian, Jenal menjelaskan bahwa anggaran bonus untuk tahun berikutnya masih dalam tahap pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemkot Bogor berharap nominal bonus emas tetap berada di angka Rp100 juta, meskipun realisasinya masih menunggu persetujuan Badan Anggaran.
Sementara itu, terkait besaran bonus bagi atlet peraih medali perak dan perunggu, Jenal belum bersedia menyampaikan angka pasti karena masih perlu melakukan pengecekan lebih lanjut.
"Yang pasti untuk emas Rp100 juta, informasi lain nanti akan disampaikan," katanya.
Bidik 100 Medali Emas
Dalam Porprov XV Jawa Barat 2026, Kota Bogor membawa kekuatan sebanyak 565 atlet yang bertanding di lima wilayah, yakni Kota Bogor, Majalengka, Bandung, Bekasi, dan Depok.
Jenal menegaskan, target 100 medali emas yang dicanangkan sejak awal tetap menjadi sasaran utama kontingen Kota Bogor.
Sejumlah cabang olahraga bela diri, seperti judo, kurash, dan pencak silat, diharapkan menjadi lumbung medali bagi kontingen tuan rumah.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan kepada para atlet yang tengah berjuang.
" Saya rasa ini semua tidak mungkin terwujud tanpa doa dan dukungan dari seluruh warga Bogor," tuturnya.
Lebih dari sekadar mengejar medali, Jenal berharap Porprov menjadi bagian dari proses pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi, mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, hingga Olimpiade.
Latihan Intensif dan Dukungan Fasilitas
Untuk mencapai target tersebut, persiapan atlet telah dilakukan secara intensif selama kurang lebih satu tahun terakhir.
Pemkot Bogor bersama KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengawal berbagai program uji coba atau try in dan try out, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Sejumlah atlet bahkan telah menunjukkan hasil positif dalam kompetisi di luar negeri. Salah satunya atlet cabang olahraga balap sepeda yang berhasil meraih medali emas dalam ajang di Singapura.
Intensitas latihan para atlet juga terbilang tinggi, bahkan mencapai hampir empat kali dalam sehari. Kondisi tersebut membuat Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan penyesuaian kegiatan belajar bagi atlet yang masih berstatus pelajar.
Beberapa atlet mendapatkan izin masuk sekolah lebih siang setelah menjalani latihan malam.
Ada pula yang sementara waktu diperbolehkan mengikuti pembelajaran secara daring.
Selain persiapan fisik dan teknik, Pemkot Bogor turut memperhatikan kebutuhan kesehatan atlet. Kebutuhan vitamin dari masing-masing cabang olahraga didata melalui manajer dan pimpinan cabang olahraga untuk kemudian dipenuhi dan didistribusikan.
Pencak Silat Mulai Tunjukkan Taring
Salah satu cabang olahraga yang diharapkan menyumbangkan medali emas adalah pencak silat. Terlebih, Kota Bogor dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga tersebut untuk pertama kalinya.
Pada pertandingan perdana, atlet pencak silat Kota Bogor, Azmi, berhasil mencatatkan kemenangan telak atas wakil Kabupaten Bandung Barat dengan skor 22.
Jenal berharap kemenangan awal tersebut menjadi pemantik semangat bagi seluruh atlet pencak silat Kota Bogor untuk terus mempertahankan performa hingga pertandingan berakhir.
"Ini masih awal. Mudah-mudahan menjadi motivasi bagi seluruh petarung pencak silat untuk terus mempertahankan prestasi dan membawa harum nama Bogor," pungkasnya.
Dengan target 100 medali emas dan bonus Rp100 juta untuk setiap peraih emas, perjuangan 565 atlet Kota Bogor kini menjadi perhatian.
Tantangannya bukan hanya memenuhi target prestasi, tetapi juga membuktikan bahwa pembinaan olahraga di Kota Bogor mampu melahirkan atlet berprestasi di level yang lebih tinggi.



