POJOKBOGOR.id - Menutup tahun 2024, Pemerintah Kota Bogor tengah bersiap menggelar rotasi dan mutasi besar-besaran di jajaran strukturalnya.
Kebijakan ini tak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi langkah strategis yang dirancang untuk menyegarkan birokrasi di tengah kekosongan jabatan yang kian menggunung.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor, Hery Karnadi, memastikan bahwa rotasi dan mutasi ini telah mengantongi rekomendasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Persyaratan dan rekomendasi sudah lengkap. Tinggal menunggu keputusan Pak Pj Wali Kota yang akan mempertimbangkan situasi pasca Pilkada," jelas Hery, Selasa (3/12/2024).
Rencana ini tak main-main. Ada lebih dari 30 posisi di tingkat eselon III dan IV yang akan diisi, setelah sebelumnya banyak jabatan kosong akibat gelombang pensiun ASN.
"Kekosongan ini sudah terlalu lama, bahkan 9 bulan terakhir posisi-posisi tersebut dirangkap. Karena itu, langkah ini mendesak untuk dilakukan," tambahnya.
Langkah ini juga menjadi debut rotasi dan mutasi pertama Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari, sejak menjabat.
Sebelumnya, rotasi terakhir dilakukan oleh Wali Kota Bima Arya pada Maret 2024, tepat sebelum masa jabatannya berakhir.
Meski belum ada tanggal pasti, Desember 2024 diperkirakan menjadi waktu pelaksanaan kebijakan tersebut.
"Kami akan melakukannya dengan penuh kehati-hatian agar keputusan ini benar-benar tepat sasaran," ungkap Hery.
Rotasi dan mutasi ini bukan sekadar perombakan, tetapi simbol dari langkah Pemkot Bogor untuk memastikan roda pemerintahan terus berjalan dengan efektif di tahun yang akan datang.***




