POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kota Bogor tengah mengevaluasi keberadaan pohon-pohon besar di berbagai wilayah untuk mencegah kejadian fatal akibat pohon tumbang.
Langkah ini dilakukan menyusul peristiwa tragis yang menimpa Muhammad Rafli, seorang pemuda yang meninggal dunia setelah tertimpa dahan pohon saat melintas dengan sepeda motor di Jalan Tentara Pelajar, Jumat sore lalu.
Pantauan di lapangan, Minggu (3/11/2024), menunjukkan masih banyak pohon besar yang berpotensi tumbang di area Kota Bogor, seperti di Jalan Pajajaran, Soleh Iskandar, Tentara Pelajar, dan beberapa titik di wilayah selatan kota.
Penjabat (PJ) Wali Kota Bogor, Heri Antasari, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan menyeluruh dan mengevakuasi pohon-pohon rawan di seluruh Kota Bogor.
BPBD Bogor bersama tim kebencanaan lainnya siap siaga melakukan penanganan cepat terhadap setiap insiden pohon tumbang, serta berupaya menanggulangi potensi kejadian serupa.
Dinas terkait sebelumnya telah mendata dan merawat pohon-pohon berisiko tinggi pada Juli 2024.
Namun, cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras yang terjadi akhir-akhir ini kembali meningkatkan risiko tumbang.
"Pemkot Bogor akan mengevaluasi pohon-pohon besar yang rawan tumbang dengan memeriksa kondisi fisiknya dan melakukan penebangan jika sudah dianggap berbahaya bagi masyarakat. Kami mengimbau warga agar tetap waspada, terutama di sekitar pohon besar, saat beraktivitas di tengah cuaca buruk," jelas Heri Antasari.
Selain itu, BPBD Kota Bogor terus mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati saat hujan deras dan menghindari lokasi-lokasi yang berisiko, terutama area dengan pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang.
Pemerintah berharap upaya ini dapat membantu warga Bogor beraktivitas dengan aman, tanpa ancaman bencana serupa di masa mendatang.***




