POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kota Bogor (Pemkot Bogor) sedang melakukan pencarian terhadap keluarga dari seorang pengemis yang menjadi viral dengan nama Rosmini.
Perempuan berusia 55 tahun tersebut sebelumnya telah ditertibkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) dalam beberapa hari yang lalu.
Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang ditemukan oleh Dinsos, Rosmini ternyata berasal dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Namun, upaya untuk melacak keluarganya belum membuahkan hasil.
"Keluarganya dicari tidak ada, jadi itu akan direhabilitasi. Tapi sementara juga kita telusuri keluarganya, ada proses berikutnya," kata Hery, Rabu (1/5/2024).
Hery juga menyampaikan bahwa Pemkot Bogor akan berkoordinasi dengan Dinsos tempat Rosmini berasal.
Sebab, selama ini Dinsos Kabupaten Bandung belum menjangkau perempuan tersebut karena selalu berpindah-pindah tempat untuk meminta-minta.
"Pasti ada koordinasi. Hanya memang kalau di Bandung waktu itu belum terjangkau oleh Dinsosnya karena sudah berpindah-pindah," ucapnya.
Saat ini, lanjut Hery, Rosmini sedang berada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzoeki Mahdi (MM) Kota Bogor untuk diobservasi kesehatan mentalnya. Menurut prosedur 18 hari untuk diobservasi sampai dinyatakan tidak ada gangguan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinsos Kota Bogor Dani Rahadian menyampaikan Dinsos Provinsi Jawa Barat juga turun tangan untuk menangani Rosmini.
Dari informasi yang diterimanya, ibu itu bisa dirawat di panti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) apabila keluarganya tidak sanggup untuk mengurus.
"Pihak provinsi akan membahas untuk memberikan perawatan di panti ODGJ jika keluarga tidak sanggup mengurus," ucapnya.
Dinas Sosial membawa Rosmini yang viral karena meminta sedekah dengan paksa ke RSJMM Kota Bogor karena terindikasi ODGJ. Dinsos Kota Bogor telah melakukan asesmen terhadap Rosmini pada Minggu (29/4/2024).
Wanita pengemis tersebut viral di media sosial karena meminta sedekah dengan memaksa dan marah-marah di wilayah Jawa Barat, mulai dari Bekasi, Cianjur, hingga Sukabumi. Ketika sampai di Kota Bogor, ia digiring Dinsos dan Satpol PP.***




