POJOKSATU.id, Bogor - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, terus mendorong eksistensi dan kelestarian Silat Cimande. Pasalnya, selama ini silat banyak ditampilkan hanya pada saat acara hajatan atau kegiatan seremonial di perkampungan.
"Padahal silat, khususnya Silat Cimande bernilai lebih tinggi dari itu. Jadi saya harap Silat Cimande tidak identik dengan hajatan lagi lebih mendunia dan akrab di tengah masyarakat," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin, Jumat (13/1).
Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah lahirnya beladiri silat salah satu yang tertua di Indonesia. Silat Cimande lahir pada abad ke-17 dan menjadi cikal bakal pencak silat di Jawa Barat.
Baca Juga : Disdukcapil Kabupaten Bogor Siapkan Gebyar Adminduk Mudahkan Warga Dapatkan Dokumen Kependudukan
“Kita bangga, Kabupaten Bogor adalah salah satu daerah yang punya sejarah dari abad ke-17, yakni silat Cimande sebagai cikal bakal pencak silat,” kata Burhan.
Belum lama ini, Pemkab Bogor pun menggelar Festival Pencak Silat di Metland Mall Cileungsi. Kegiatan itu digelar untuk mengingatkan masyarakat agar harus bangga dengan kesenian tradisional ini.
Tahun ini pun, festival serupa akan digelar kembali untuk menggugah antusias masyarakat, masyarakat harus diberikan secara utuh informasi tentang silat, mulai dari sejarahnya hingga prestasi-prestasinya.
"Maka kami akan gaungkan ini, sebagai daerah asal seni pencak silat di Jawa Barat," kata Burhan.
Pemkab Bogor memiliki visi terwujudnya Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban. Di dalam berkeadaban, salah satunya adalah bagaimana mempertahankan tradisi, kultur budaya yang ada di Kabupaten Bogor.
Baca Juga : Pemkab Sebut PNS di Kabupaten Bogor Makin ‘Tipis’
“Dari sinilah kita membuat kebijakan bahwa hal ini harus dipelihara dan dilestarikan dengan baik. Kami dengan segala upaya terus hadir di tengah masyarakat melaksanakan kebijakan ini. Alhamdulillah sampai hari ini, silat Cimande masih tetap ada dan lestari,” jelas Burhan.
Aktor yang juga pendekar silat, Cecep Arif Rahman mengatakan, pencak silat sudah menjadi bagian dari hidup saya. dimanapun saya berada, tidak bisa dipisahkan dari pencak silat.
“Untuk mempertahankan pencak silat, saya mulai mengajar agar dapat mewariskan pencak silat ini ke generasi selanjutnya, dan tentunya dengan tetap menjaga keasliannya,” ungkap Cecep Arif Rahman.
Selanjutnya, artis dan atlet pencak silat, Prisia Nasution mengaku sudah mulai belajar pencak silat sejak duduk di bangku sekolah dasar. Waktu nya banyak dihabiskan di padepokan pencak silat di TMII.
“Saat ini saya kembali aktif di pencak silat, karena uniknya, sekali saja kita memutuskan bergabung di perguruan pencak silat, maka selamanya akan menjadi keluarga,” terang Prisia Nasution.
Berikutnya, Master Pencak Silat, Asep Gurwawan mengatakan, saat ini pencak silat go internasional, satu sisi, silat sebagai sebuah ilmu, sisi lain silat adalah sebuah pusaka.
“Kalau ilmu dipelajari oleh siapa saja, dan tentunya pengembangan ke negeri orang ini harus disampaikan secara ilmiah. Maka tidak sedikit gelar doktor di beberapa negara mengambil filosofi pencak silat melalui disiplin ilmu antropologi,” kata Asep. (Rishad Noviansyah/Pojoksatu)



