POJOKSATU.id - Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan masih terus berharap adanya bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk membangun underpass sebagai penghubung Jalan Bojonggede-Kemang-Tegar Beriman.
Pasalnya, jalan tersebut saat ini terputus lantaran terpotong jalur KRL Commuterline Jabodetabek. Kata Iwan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak merekomendasikan adanya perlintasan kereta api di lokasi tersebut, karena padanya jadwal perjalanan kereta.
"Jadi setiap lima menit ada kereta melintas baik dari Bogor menuju Jakarta, maupun sebaliknya. Jadi PT KAI tidak merekomendasikan adanya perlintasan," kata Iwan, Rabu (7/6).
Untuk membangun jalan layang (flyover) pun, kecil kemungkinanya karena akan banyak memakan biaya dengan bentangan jalan yang lebih panjang untuk menghindari kabel listrik yang menunjang perjalanan commuterline.
Namun, Iwan mengakui baik membangun flyover maupun underpass tidak mungkin jika mengandalkan dana dari APBD Kabupaten Bogor. Jika diestimasi, biaya yang dibutuhkan lebih dari Rp1 triliun. Sehingga dia berharap adanya bantuan dari pemerintah pusat.
"Alhamdulillah jalur lambat sudah bisa dilalui. Kita ingin jalur itu bisa dilintasi dulu untuk memangkas waktu perjalanan dari Cibinong menuju Kemang atau Parung," jelas Iwan.
Selain berharap bantuan keuangan, Iwan juga menginginkan Jalan Bojonggede-Kemang diambil kewenangannya oleh pemerintah pusat, sehingga dapat meringankan beban pemeliharaan jalan jika dikelola Pemkab Bogor.
"Kalau jadi jalan nasional, kelanjutan pembangunan dan pemeliharaan dilakukan pemerintah pusat. Tidak masalah siapapun yang mengerjakan. Terpenting dapat segera dinikmati masyarakat," tegas Iwan.
(Rishad Noviansyah)



