POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, telah membentuk tim khusus (timsus) demi mencari pendanaan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang, agar bisa tersambung dengan Jalan Tegar Beriman hingga Jalan Raya Jakarta-Bogor.
Pasalnya, jalan tersebut terpotong oleh jalur kereta commuterline Bogor-Jakarta. Sehingga dibutuhkan jalan bawah tanah (underpass) atau jalan layang (flyover) utuk menghindari jlaur kereta tersebut. PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun tidak merekomendasikan adanya perlintasan kereta di sana.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengungkapkan, saat ini opsi yang paling memungkinkan adalah membuat underpass. Namun biaya yang dibutuhkan diperkirakan lebih dari Rp1 triliun. Pemkab Bogor, kata Burhan terus melobi pemerintah pusat agar mau membantu pendanaan.
"Kami sudah bentuk tim khusus untuk mengawal pembangunan Jalan Bomang, untuk pembangunan infrastrukturnya maupun mencari pendanaan. Karena kalau pakai APBD sangat berat. Kita juga harus lihat skala prioritas yang lain," mata Burhan, Jumat (9/6).
Sebelumnya, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan juga berharap bantuan keuangan, Iwan juga menginginkan Jalan Bojonggede-Kemang diambil kewenangannya oleh pemerintah pusat, sehingga dapat meringankan beban pemeliharaan jalan jika dikelola Pemkab Bogor.
"Kalau jadi jalan nasional, kelanjutan pembangunan dan pemeliharaan dilakukan pemerintah pusat. Tidak masalah siapapun yang mengerjakan. Terpenting dapat segera dinikmati masyarakat," tegas Iwan.
(Rishad Noviansyah)



