POJOKSATU.id, BOGOR - Balai Perkereta Apian (BTP) Bandung terus menggenjot pembangunan Sky Bridge Kota Bogor yang sudah dilakukan sejak oktober 2022.

Saat ini progres pembangunan Sky Bridge Kota Bogor itu sendiri telah mencapai sekitar puluhan persen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Double Track Bogor-Sukabumi, David Sudjito mengatakan target pembangunan Sky Bridge Kota Bogor sendiri akan selesai pada bulan Juli-Agustus 2023.

BACA JUGA : Sky Bridge Revo Town Diresmikan, Hubungkan Mal dengan Stasiun LRT

"Untuk sky brigde sekitar 20 persen secara progres dan presentase," kata David kepada wartawan, Kamis (05/01/2023).

Menurut David, untuk kegiatan di area ini pertama kegiatan pembangunan Stasiun Paledang dengan fasilitas layanan penumpang dari Stasiun Paledang ke Stasiun Bogor dan sekitar Jalan Kapten Muslihat berupa fasilitas sky bridge.

Kedua, kegiatan kita pedestrian penataan trotoar maupun drainase, yang ada di Kapten Muslihat.

BACA JUGA : Proyek Sky Bridge di Medan Dibiarkan Rusak dan Terbengkalai

"Itu sama, kita mulai di 2022 akan diselesaikan sebelum April. Karena kegiatan Peedestrian ini juga ada titik yang bersinggungan dengan sky bridge. Utamanya sky bridge yang mengarah ke Stasiun Bogor," ucap David.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, ada beberapa titik yang harus dikoordinasikan. Terutama di area Stasiun Paledang, kemudian Kapten Muslihat dan Sky Bridge Kota Bogor yang menuju Stasiun dan Alun-alun.

"Saya melihat ada beberapa hal yang perlu koordinasi lebih teknis. Terutama terkait dengan rencana penghapusan JPO Kapten Muslihat."

BACA JUGA : JPO Jalan Kapten Muslihat Ditutup Sementara, Pemkot Bakal Ganti dengan Skybridge

"Karena dari informasi Kepala Stasiun Bogor, para penumpang KRL yang turun di Mayor Oking jumlahnya masih 46 ribu. Dibanding dengan yang turun di Alun-Alun ada sekitar 20 ribuan," ucap Dedie.

Ke depan, lanjut Dedie, dengan kondisi area Alun-Alun yang lebih luas, juga rencana penataan pedestrian Jalan Nyi Raja Permas dari titik Kapten Muslihat sampai dengan Blok F,

"Mestinya kita harus sinkronisasi dan cari jalan keluar untuk bisa menggeser masyarakat yang sebelumnya lebih banyak turun di Mayor Oking untuk bisa kita arahkan ke arah Alun-Alun. Karena kan sky bridge nanti ujungnya ada di Alun-Alun dari arah Jalan Paledang, maupun dari Stasiun Paledang," kata Dedie.

Kemudian yang kedua, masih kata Dedie, pihaknya akan coba selesaikan permasalahan saluran air atau drainase yang mengarah ke Alun-Alun atau Stasiun.

Jadi ada keluhan dari PT KAI, terkait dengan limpasan air apabila terjadi hujan deras di sekitar Alun-Alun yang mengakibatkan genangan di Stasiun.

"Nah tentu dengan pembangunan box culvert di Kapten Muslihat, itu harusnya nanti terintegrasi juga dengan box culvert yang akan dibangun oleh PU ke arah Jalan Nyi Raja Permas. Supaya tidak ada lagi nanti ke depan limpasan air atau genangan yang menghambat layanan publik khususnya perkeretapian Bogor menuju daerah lain," tutur Dedie.

"Kita koordinasikan segera, terutama untuk pembuangan air. Kemudian pengananan PKL di sekitar Sky Bridge Kota Bogor yang semakin hari harus semakin mendapat perhatian. Supaya tidak kemudian nanti kita percantik, tapi di satu sisi yang lain menjamur PKL karena banyaknya pengunjung yang datang sekitar stasiun dan Alun-Alun," tutup Dedie.

(Adi Wirman)