BOGOR.POJOKSATU.id - Kenaikan harga kantong plastik di Kota Bogor dalam beberapa hari terakhir menuai keluhan dari para pelaku usaha kecil. Lonjakan harga yang terjadi pada berbagai ukuran plastik ini dinilai semakin menambah beban biaya operasional, terutama bagi pedagang yang bergantung pada kemasan tersebut untuk berjualan.
Sejumlah jenis plastik, mulai dari ukuran kecil hingga besar, mengalami kenaikan cukup tajam. Kondisi ini membuat pedagang harus memutar otak agar tetap bisa bertahan tanpa harus kehilangan pelanggan.
Adi, seorang pedagang tahu keliling di Bogor, mengaku cukup terpukul dengan kenaikan harga tersebut. Ia menyebut harga plastik yang biasa ia beli kini melonjak hampir tiga kali lipat.
“Naiknya tinggi banget, dari Rp6 ribu sekarang jadi Rp16 ribu per kantong. Makanya kalau ada pembeli yang bawa kantong sendiri, saya malah senang,” ujar Adi.
Meski demikian, Adi mengaku tidak punya banyak pilihan. Plastik tetap menjadi kebutuhan utama dalam mengemas dagangannya, sehingga ia terpaksa tetap membeli meski harga terus naik.
“Ya mau gimana lagi, tetap harus beli. Soalnya buat bungkus tahu, tidak ada alternatif lain yang praktis,” tambahnya.
Tak hanya biaya kemasan yang meningkat, para pedagang juga harus menghadapi kenaikan harga bahan baku utama, yakni kedelai. Lonjakan harga kedelai impor dalam beberapa waktu terakhir turut berdampak pada harga tahu di pasaran.
Adi menyebut, kondisi ini membuat tekanan biaya semakin berlapis. Di satu sisi, harga produksi naik, di sisi lain daya beli masyarakat belum tentu ikut meningkat.
“Bukan cuma plastik, harga tahu juga ikut naik karena kedelai mahal. Jadi serba berat sekarang,” keluhnya.
Kondisi ini dirasakan oleh banyak pedagang kecil lainnya di Bogor. Mereka berharap adanya langkah konkret dari pemerintah maupun distributor untuk menstabilkan harga, terutama untuk kebutuhan dasar seperti bahan baku dan kemasan.
“Harapannya harga bisa kembali stabil, atau setidaknya tidak naik terus. Supaya kami masih bisa jualan dengan normal,” ungkap Adi.
Selain itu, para pedagang juga berharap distribusi bahan baku bisa kembali lancar setelah momen Lebaran, sehingga tidak terjadi kelangkaan yang memicu lonjakan harga. ***



