POJOKSATU.id, BOGOR - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kota Bogor mengapresiasi langkah dokter Raendi Rayendra yang rajin blusukan di wilayah Kota Bogor.

Blusukan Dokter Rayendra dikemas dalam program Ngariung Sehat. Program ini dilaksanakan di seluruh wilayah kecamatan.

Melalui Ngariung Sehat, bakal calon Wali Kota Bogor ini berbagi ilmu dan informasi tentang pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Ngariung Sehat pun mendapat sambutan meriah dari masyarakat, khususnya emak-emak. Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk curhat kepada Rayendra.

Selain emak-emak, Ketua PCNU Kota Bogor, Edi Nurokhman memuji kegiatan yang dilakukan dokter Rayendra.

Edi memuji Rayendra yang mau berbagi dan berbaur dengan masyarakat kurang mampu di Kota Bogor.

"Pak dokter sosok yang baik, meskipun berangkat dari kalangan berada dan berkecukupan namun tak sungkan untuk blusukan membaur bersama warga, terutama warga kalangan bawah di Kota Bogor yang jumlahnya masih banyak," ujar Edi Nurokhman, Jumat, 10 Mei 2024.

Edi Nurokhman menyindir Bima Arya Sugiarto yang dianggapnya kurang memperhatikan masalah kemiskinan selama menjadi wali Kota Bogor.

Edi berharap Rayendra bisa menyelesaikan persoalan yang belum teratasi selama kepemimpinan Bima Arya, khususnya masalah kemiskinan.

"Semoga dokter Rayendra bisa memberi maslahat kepada seluruh masyarakat, khususnya warga miskin yang 10 tahun tetakhir kurang mendapat perhatian," tandas Edi.

Sebagaimana diketahui, dr Rayendra aktif melaksanakan Ngariung Sehat di sejumlah wilayah selama dua tahun terakhir.

Ngariung Sehat bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat dalam mencapai masyarakat sehat sejahtera.

Ngariung Sehat juga menjadi sarana untuk berbagi informasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan itu, Rayendra bertekad meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap perliku PHBS.

Rayendra juga ingin meningkatkan peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, lintas sektor dalam menerapkan perilaku bersih dan sehat di masyarakat.

Ia berharap tenaga puskesmas dan kader posyandu juga aktif melakukan pembinaan dan pendampingan secara terus-menerus dalam rangka mengubah perilaku di masyarakat. ***