BOGOR.POJOKSATU.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan adanya lonjakan pasien di sejumlah rumah sakit jiwa (RSJ) yang berkaitan dengan kecanduan game dan judi online.

Fenomena ini disebut semakin terlihat terutama di kota-kota besar, khususnya di Pulau Jawa.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 54 RSJ di Indonesia yang ikut menangani kasus adiksi, termasuk kecanduan gim daring dan judi online.

“Tren kenaikan pasien akibat adiksi ini terjadi di berbagai daerah, tidak hanya di Jawa Timur,” ujar Imran.

Ia mencontohkan kondisi di RSJ Menur yang mengalami peningkatan pasien rawat inap hingga melebihi kapasitas atau overload. Kenaikan serupa juga tercatat di RSJ Marzoeki Mahdi dan RSJ Grogol.

Menurut Imran, meskipun tren peningkatan sudah terasa di lapangan, data nasional terkait kasus adiksi game dan judi online masih dalam tahap verifikasi.

Hal ini disebabkan sistem pencatatan dan pelaporan yang belum sepenuhnya terintegrasi secara merata di seluruh fasilitas layanan kesehatan.

“Kami masih melakukan verifikasi karena sistem pencatatan belum seragam di semua daerah. Namun, peningkatan kasus terutama terlihat di kota-kota besar di Pulau Jawa,” jelasnya.

Kemenkes menilai fenomena ini menjadi peringatan serius, mengingat dampak kecanduan tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, hingga relasi keluarga pasien.

Pemerintah pun mendorong penguatan layanan kesehatan jiwa serta edukasi pencegahan adiksi di masyarakat. ***