POJOKBOGOR.id - Kebakaran melanda Pasar Anyar, Kota Bogor, tepatnya di Blok CD Pasar Kebon Kembang, Kamis (4/12/2025) pagi.
Api mulai terlihat sekitar pukul 05.50, muncul dari dalam salah satu los sebelum cepat merembet ke deretan kios di area tengah pasar.
Asap tebal menguasai sebagian besar lantai bawah, membuat petugas pemadam kebakaran yang datang dari Kota dan Kabupaten Bogor harus memakai alat bantu pernapasan.
Peristiwa ini membuat aktivitas perdagangan langsung kacau.
Para pedagang yang baru bersiap membuka toko panik, sementara warga sekitar ikut memenuhi area pasar untuk melihat situasi.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat karena banyaknya warga yang berkumpul.
Upaya pemadaman dilakukan dari berbagai sisi untuk mencegah api merambat ke bangunan lain.
Namun kondisi di dalam blok cukup menyulitkan petugas karena visibilitas hampir nol dan akses yang tertutup.
Beberapa pemilik toko berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka, tapi tak bisa menembus area yang sudah digelapkan demi keamanan.
Salah satunya, Reni Pujiastuti, pemilik toko di Blok CD, hanya bisa menunggu dari kejauhan.
“Gak bisa masuk buat ambil barang, di bawah sudah digelapin,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah toko pakaian, elektronik, hingga lapak aksesoris di blok tersebut ikut terdampak.
Sementara pedagang yang kiosnya lebih jauh dari titik api masih sempat mengevakuasi sebagian barang.
Hingga berita ini dibuat, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
Petugas masih melakukan pendataan, termasuk menghitung jumlah kios yang terbakar serta total kerugian.
Publik juga ramai membicarakan insiden ini di media sosial.
Foto dan video kobaran api menyebar cepat, salah satunya dari akun @bogordailynews yang memperlihatkan area kios yang sudah hangus.
Informasi serupa juga dibagikan penumpang KRL melalui akun @galerisiade yang melihat gumpalan asap dari arah pasar.
Penanganan di lokasi masih berlangsung.
Api belum sepenuhnya padam ketika laporan terakhir diterima, dan penyelidikan akan dilakukan untuk memastikan sumber kebakaran yang memicu kepanikan pedagang sejak pagi itu.




