POJOKBOGOR.id - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Mochamad Fadjar meninjau salah satu jembatan rawayan atau jembatan gantung di Kabupaten Bogor, Kamis (21/3). Beberapa tahun terakhir, Pemkab Bogor bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi untuk membangun jembatan rawayan.
Hingga 2023, 100 jembatan rawayan telah dibangun Pemkab Bogor bersama Kodam III/Siliwangi. Mayjen Fadjar pun meninjau secara langsung dan mendengar dari masyarakat mengenai manfaat maupun kekurangan dari jembatan rawayan di Kecamatan Cibinong.
Menurut jenderal bintang dua ini, kerjaa sama antara TNI dengan Pemkab Bogor akan dibawa ke daerah lain yang masih berada di wilayah kerja Kodam III/Siliwangi, teruta di daerah yang dilintasi sungai besar dan rawan namun memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi.
"Apa yang dilakukan oleh Pemda dan Kodim Kabupaten Bogor menurut saya salah satu role model yang nantinya bisa kita coba bawa ke seluruh wilayah yang ada di wilayah kerja Kodam III, apakah itu di Jabar atau di Banten," jelas Fadjar.
Pangdam pun berpesan kepada seluruh warga Kabupaten Bogor yang merasa terbantu dengan adanya jembatan rawayan, agar merawat jembatan dengan baik. Pasalnya setelah dibangun dan diresmikan Bupati, jembatan diserahkan kepada masyarakat.
"Mungkin bisa disiapkan kotak sumbangan seikhlasnya nanti untuk perawatan seperti baut-baut itu memang bukan kualitas terbaik. Jadi ada masa pakai sehingga harus diganti. Jadi kalau ada baut karatan nggak perlu bilang ke bupati. Hisa diperbaiki dari urunan kendaraan yang melintas. Tapi jangan dipatok besarannya," tegas Fadjar.
Baca Juga: Pemkab Bogor buka Pendaftaran Calon Sekda Pengganti Burhanudin
Sementara Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Teuku Mulya mengungkapkan, tahun 2024 akan dibangun kembali jembatan rawayan dan dikerjasamakan kembali dengan TNI.
"Tahun ini ada 5. Insha Allah dikerjasamakan kembali dengam Kodam III. Jadi hingga 2023 itu sudah terbangun 100 jembatan rawayan di seluru Kabupaten Bogor, untuk memudahkan aksesibilitas masyarakat," jelas Teuku Mulya. ***



