POJOKSATU.id, BOGOR - Paguyuban pedagang mengusulkan agar Pemerintah Kota Bogor menetapkan kawasan tersebut sebagai zona PKL Jalan Pedati Bogor.
"Kami sudah punya konsep yang mudah-mudahan bisa menjadi solusi pemecahan masalah PKL Jalan Pedati Bogor," kata Ketua Paguyuban pedagang Pedati, Irvan Efendi, Kamis (05/01/2023).
Dijelaskan Irvan, konsep zona PKL Jalan Pedati Bogor sebenarnya sudah menjadi usulan pedagang pada saat awal dilakukan penataan Jalan Pedati 2020.
BACA JUGA : Diusir dari Jalan Pedati PKL di Kota Bogor Ini Bakal Datangi Sekda
Dimana konsep Chinese Town ini memadukan kawasan perniagaan dengan pariwisata.
"Nah, saat ini para pedagang meminta kepastian PKL Jalan Pedati Bogor. Kami juga sedang mempersiapkan apa yang menjadi aspirasi para pedagang terkait zona PKL-nya seperti apa. Insya Allah semoga bisa bersinergi dengan program pemerintah," ujar dia.
Dalam waktu dekat, konsep yang telah diajukan sejak 2020 itu akan kembali disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah.
BACA JUGA : Pedestrian Pedati Dipenuhi PKL Kota Bogor, Bima Arya Meradang Sampai Semprot Pakai Selang Damkar
"Kami di sini meminta bu sekda atau pemerintah menerima audiensi kami untuk melakukan persentasi aspirasi dari PKL Jalan Pedati Bogor," tutur Irvan.
Pada prinsipnya, kata Irvan, pedagang sangat fatsun dengan aturan pemerintah. Seperti pada saat dilakukan penertiban, kemudian dipindah ke Pasar Bogor.
Namun, relokasi kenyataannya membutuhkan adaptasi yang panjang.
BACA JUGA : Area Taman di Pedestarian Jalan Pedati Bogor Dibongkar
"Tetapi di sana pembeli masih sepi, jadi para pedagang kembali lagi. Kami sempat berupaya menyewa toko barengan untuk memasukan para pedagang di toko. Namun banyaknya pedagang tidak semua terakomodir karena terbatasnya toko-toko yang disewakan di Jalan Pedati," papar dia.
Di Jalan Pedati sendiri terdata ada 168 pedagang dengan pelbagai komoditas, seperti sayur mayur, buah-buahan, daging, dan pangan lainnya.
Saat ini, pasca penertiban yang dilakukan Pemkot Bogor, mereka terpaksa menganggur tidak punya lahan untuk menggelar lapak dagangannya.
"Kondisi pedagang sekarang semua mengeluh dan menganggur. Boleh dikata sekarang ini awal tahun ada yang harus membayar sekolah, biaya lainnya dan mereka juga harap-harap cemas apalagi persiapan menjelang bulan Ramadan," ungkap dia.
Saat disinggung jika Pemkot Bogor tetap kekeh pedestrian Jalan Pedati steril dari PKL.
"Itu di luar kendali kami. Menurut saya, ketika berbicara humanisme, ditambah melihat kondisi pedagang ini dituntut mencari nafkah sehari-harinya, saya tidak bisa mengendalikan para pedagang," terang Irvan.
Atas itu, pihaknya berharap konsep ini bisa menjadi solusi pemecahan masalah antara Pemkot Bogor dengan PKL Jalan Pedati Bogor. "Kami harapkan di sini ada solusinya," tukas dia.
(Adi Wirman)



